GKI Camar Bekasi Gelar Ibadah Emeritasi 21 Tahun Perjalanan Pdt Hendra Setia Prasaja

GKI Camar Bekasi Gelar Ibadah Emeritasi 21 Tahun Perjalanan Pdt Hendra Setia Prasaja

GKI Camar Bekasi Gelar Ibadah Emeritasi 21 Tahun Perjalanan Pdt Hendra Setia Prasaja 1200 628 Rhesa Lorca

Serupa dengan perjalanan Israel di bawah bimbingan Allah seperti itulah perjalanan rohani dari Pdt Hendra Setia Prasaja dimana penuh tantangan, pergumulan dan anugerah.

Pendeta yang pada tanggal 7 Mei 2007 ditahbiskan menjadi pendeta dimana selama 15 tahun menempati pos pelayanan di GKI Cianjur dengan dinamika pelayanan jemaat yang bergejolak.

Dan pada tahun 2019, Tuhan kembali menuntun dirinya untuk melayani sebagai Pendeta Tugas Khusus di Badan Pelayanan Binawarga dimana dengan tugas membina, menolong, dan meneguhkan rekan sepelayanan di berbagai tempat.

Dan pada tahun 2026 ini, Pdt Hendra Setia Prasaja akan menjalani Emeritas dan untuk sebagai rasa syukur GKI Camar Bekasi menggelar ibadah Emiratasi pada Minggu 25 Januari 2026.

Bertempat di Gereja Toraja, Galaxy, Kota Bekasi, tema yang diambil dalam ibadah Emeritas ini adalah Sampai di sini Tuhan yang Menolong sebagaimana dalam kutipan kitab 1 Samuel 7 ayat 12.

Tema ini juga berkaitan dengan kisah nabi Samuel ketika ia menegakkan sebuah batu peringatan dan menamainya Eben-Haezer, yang berarti “Batu Pertolongan.”

Batu itu menjadi tanda syukur dan pengakuan iman: bahwa segala keberhasilan, perlindungan, dan penyertaan yang dialami umat Israel datangnya dari Tuhan, bukan dari kekuatan manusia.

Dalam kalimat “Sampai di sini Tuhan menolong kita” tegaskan dua hal yaitu adanya perjalanan panjang yang telah dilalui bersama Tuhan, selain itu ada keyakinan bahwa pertolongan Tuhan yang sama akan terus berlanjut ke depan.

Acara yang dimulai pada pukul 16.30 WIB ini dimulai dengan ramah tamah bagi para tamu undangan sembari para panitia mempersiapkan detail acara emeritasi Pdt Hendra Setia Prasaja.

Acara emiritasi Pendeta yang mengawali kiprah organisasinya ketika masih mahasiswa dengan menjabat ketua Bidang Gereja dan Masyarakat Sekolah Tinggi Teologia Jakarta periode 2000 – 2001 akan dilayani oleh Pdt Suhud Setyo Wardono, Sekretaris Umum BPSM GKI.

Ibadah dimulai dengan prosesi iring iringan mulai dari para penari bocil yang menggemaskan, lektor, para pendeta dan pendeta Emeritus termasuk Pdt Hendra Setia Prasaja, Pdt Emeritus Asworo Pireno dan Pdt Dr Charliedus R Saragih,MM.

Setelah iring iringan masuk, para penari ini melakukan aksinya dengan iringan lagu Yesus Menemani yang membuat jemaat dan tamu tampak senang dan gembira.

Usai para penari melakukan aksinya, ibadah baru dimulai dengan dibacakan kata pembuka oleh Penatua Haposan Siahaan yang dilanjutkan dengan menyanyikan pujian Sejenak Aku Menoleh.

Kemudian persembahan pujian dari Paduan Suara Mazmur dengan membawakan pujian Terima Kasih.

Selanjutnya masuki pelayanan firman dengan membacakan ayat firman dari injil 1 Samuel 7 ayat 12 setelah doa.

“Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana, ia menamainya Eben-Haezer, katanya Sampai di sini Tuhan menolong kita,”

Dalam khotbahnya Pdt Suhud Setyo Wardono mengatakan ada seorang pria bernama Fred Schultz adalah pekerja supir truk mendeliverikan paket, kadang kita memandang sebelah mata karena pekerjaannya seorang supir truk.

Suatu hari mengalami kecelakaan sehingga tangannya patah, sekalipun sudah pulih namun tangan itu tidak bisa pulih seperti semula sehingga dia harus berhenti sebagai supir truk dan diberhentikan dari pekerjaannya.

Karena dia satu satunya sumber penghidupan bagi keluarganya maka keluarga yang sudah sangat susah malah menjadi lebih susah, kadang orang yang melihat peristiwa seperti ini dengan mengatakan Tuhan itu ada atau tidak sih, Tuhan itu menolong atau tidak sih, sudah jadi seorang ayah, suami satu satunya sumber penghidupan tapi diizinkan mengalami kecelakaan dan dia tidak bisa menyetir lagi dan kemudian keluarga ini mengalami hidup yang luar biasa.

Fred memiliki seorang anak bernama Howard Schultz, keluarga ini harus berjuang, keluarga ini tidak menyerah bahkan dalam kesulitan Howard bisa kuliah bahkan dikatakan dalam cerita ini Howard satu satunya anak yang bisa merasakan kuliah di antara keluarga besarnya.

Fred ketika kecelakaan tidak ada asuransi dan tidak jaminan, ketika berhenti maka bukan hanya berhenti pekerjaan dan tidak ada apapun yang diterima tapi inilah yang membuat cerita ini berbeda.

Howard menjadi sangat serius dalam studinya walaupun dalam beasiswa dan bantuan sana sini, bisa menyelesaikan kuliahnya dan kemudian bekerja.

Singkat cerita, dia punya karier yang baik mungkin bapak ibu pernah minum kopi Starbucks tidak promosi karena saya tidak doyan, berbahagialah saya karena katanya mahal.

Tapi bapak ibu tahukah bahwa Howard anak dari Fred Schultz ini pernah menjadi CEO Starbucks, yang membuat berbeda ketika menjadi CEO mengambil keputusan bahwa seluruh karyawan yang bekerja di Starbucks apapun levelnya mereka harus punya jaminan.

Jadi ketika mereka mengalami kecelakaan seperti orangtuanya maka mereka bisa melanjutkan hidupnya begitu juga keluarganya bisa melanjutkan hidupnya.

Kita bisa melihat cerita ini menarik, bahwa sesuatu yang nampaknya tidak baik baik saja, yang nampak Tuhan tidak hadir di sana, tapi sebetulnya Tuhan tetap hadir dan  bahkan  menolong Howard untuk punya pikiran berbeda dari orang yang biasa.

Kalau Howard tidak mengalami bagaimana susahnya hidup mungkin tidak akan menjadi CEO yang lebih peduli kepada karyawannya.

Sampai disini Tuhan menolong, apakah ada kemungkinan ada ruang dimana Tuhan tidak menolong kita saudara.

Saya tidak bermaksud mengerjai Pak Hendra saudara saudara karena pilihan Pak Hendra.

Dalam bacaan 1 Samuel 7 ayat 15 ada satu konteks dan mengajak untuk kita  tiga subjek dimana dalam keadaan perang Israel melawan Filistin.

Israel waktu itu dipimpin oleh 15 hakim, dimana Samuel ini adalah hakim yang terakhir.

Ketika jaman Samuel jadi Hakim ketika tabut alat disimpan sebagaimana dalam ayat 1 berbunyi Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua pulih tahun dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada Tuhan.

Jadi bapak ibu saudara saudara kontek ini dalam perang yang menarik dalam jaman Samuel 20 tahun kemudian di ayat terakhir saat Samuel menjadi hakim dan meninggal situasi Israel aman.

Tapi apakah kemudian situasi aman itu membuat Israel bisa menghayati Tuhan menolong Israel, ternyata tidak, ternyata Israel mengatakan semua mengeluh kepada Tuhan itu konteksnya.

Lalu ketiga subyek itu siapa, subyek pertama adalah Tuhan yang memilih Israel dan menyatakan kehadirannya memilih bangsa Israel.

Saudara saudara bangsa Israel sebagai pilihan Tuhan itu bukan menjadi satu satunya pilihan, dalam artian ketika Tuhan memilih Israel bukan berarti Tuhan meniadakan yang lagi, mengabaikan yang lain Tuhan mengasihi semua bangsa.

Namun ketika memilih Israel, Tuhan itu berharap melalui Israel itu nama Tuhan Karya Tuhan dipekenalkan ke bangsa lain, dan itu sudah terbukti dalam sejarah bangsa Israel adalah orang procelit, orang orang yang bukan Israel namun kemudian mengikuti dan mengakui serta mempercaya agama Israel.

Namun orang orang Procelit sangat sedikit, kemudian Israel dipilih dan menjadi bangsa yang lebih hebat dari bangsa lain, inilah subjek kedua adalah orang Israel.

Dan subjek yang terakhir adalah Samuel, sudah mengenal Tuhan dari kecil dibimbing imam Eli, tidak perlu diragukan bahwa Samuel orang yang dekat dengan Tuhan, Samuel takut akan Tuhan, Samuel ini bisa mempercayai hidupnya di topang oleh Tuhan.

Kehadiran  Samuel menjadi jawaban bagi orang orang Israel, sekali lagi saya katakan ada 15 hakim dimana Samuel menjadi hakim terakhir dan terbesar.

Ada yang tahu hakim yang pertama yang menjadi pendeta yaitu Jedie Otniel, itu hakim yang pertama.

Kalau ditanyakan apakah ada masa Tuhan menolong ? tidak, Tuhan akan terus menolong dan hadir menolong umatnya orang Israel, saya dan saudara saudara sebagi Israel baru.

Tapi tentu berarti pertolongan Tuhan bukan gampangan, pertolongan Tuhan dibutuhkan dan ada syaratnya sebagaimana dalam ayat 3.

“Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian, jika kamu berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati maka jauhkanlah para Allah asing dan para Asytoret dari tengah tengahmu dan tunjukan hatimu kepada Tuhan dan beribadahlah hanya kepadaNya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin,”

Kebutuhannya adalah melawan Filistin belum yang lain, ada tiga pesan dalam khotbah yang disampaikan Pdt Suhud Setyo Wardono adalah yang pertama apapun yang kita jalani hari ini termasuk pergumulan mari tegaskan pada diri kita masing masing mari kita tegaskan kepada hidup kita sebagai orang percaya adalah Allah penolong segala hal bukan hanya saat baik baik saja namun juga tidak baik baik saja.

Kita melihat kisah Fred dan Howard Schultz apa yang baik yang tidak baik menjadi relatif, ketika Fred mengalami kesulitan dia melahirkan seorang anak yang baik.

Ketika orang Israel ketika tabut Allah bersama mereka ketika mereka aman justru menjadi orang yang mengeluh kepada Allah.

Jadi apa yang kita alami atau mengalami pergumulan, jangan biarkan hal lain menganggu saudara, mari kita pegang pesan bahwa apa pun yang terjadi Allah akan terus menolong saya, saudara saya dan menopang gereja dan persekutuan kita.

Dalam Mazmur 46 ayat 1 hingga 3 yang berbunyi, “ Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti, Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung gunung goncang di dalam laut, sekalipun ribu dan berbuih airnya, sekalipun gunung gunung goyang oleh geloranya”

Tentu butuh proses yang tidak gampang bapak ibu, saya mengatakan ini mengatakan gampang karena bertolak dari kitab suci begitu juga dengan Samuel menghayati ini gampang, ketika mereka bangsa Israel berperang melawan Filistin Samuel percaya.

Ketika kita mengalami hal hal yang tidak baik baik saja maka di sana kita berjuang dengan menghidupi firman Tuhan bahwa Allah memang akan terus menolong saudara dan saya namun memang ada syaratnya.

Mari terus belajar dan berproses supaya hidup kita berkenan dan tertuju kepada Tuhan.

Pesan kedua saudara saudara, pesan firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk sesekali berhenti sejenak untuk mencari kehendak Tuhan dalam setiap titik kehidupan, saya ulangi dalam proses perjalanan hidup saya dan saudara, bapak ibu berbagi peristiwa mungkin mengingatkan saudara dan saya untuk kita berhenti sejenak bukan berhenti untuk tidak melakukan apa apa.

Tapi berhenti kemudian mencari kehendak Tuhan, ketika ada banyak berkat yang mengalir maka bukan berarti gampang, alih alih ketika semua baik baik saja, kita sering mengatakan aku tidak perlu Tuhan ini bahayanya.

Kalau semuanya baik baik saja bisakah kita tetap berpaut kepada Tuhan, karena Tuhan bisa mengubahnya dalam waktu detik, sebaiknya ketika kita mengalami masalah maka kita mari mencari  apa yang maksud Tuhan bagi kita, apa rencana Tuhan terhadap keluarga saya dan sebagainya.

Tentu tantangannya berbeda bagi bangsa Israel yang bertanya kepada Hakim, Nabi saudara saudara, digereja kita bertanya kepada Pendeta tapi hati hati.

Pesan kedua ini mengajak kita untuk dalam bahasa teologis kita diajak selalu untuk melakukan refleksi teologis, merefleksikan apa sih yang ada disini dan mungkin kita tidak punya nabi atau bertanya kepada Pendeta tapi mungkin saudara meragukan tapi kita merefleksikan firman Tuhan karena firman Tuhan tidak akan salah.

Kalau dikatakan Sampai di sini Tuhan Menolong, kalau Tuhan tidak menolong jangan jangan Tuhan sedang bertanya kepada kita, adakah yang perlu diperbaiki atau ada yang perlu kita setel lagi pilihan kita dan butuh proses kita mendoakan atau kita bergumul dan mengatakan ini gampang karena ketika menghadapi pergumulan ketika berdoa kepada Tuhan mentok dan nasehat tidak ada nasehat mari kita setia bergumul disana jangan jangan Tuhan punya rencana yang berbeda dengan rencana saya.

Tapi percayalahTuhan bersama kita, walaupun dalam nampak gelap Tuhan punya jaminan yang luar biasa.

Pesan yang terakhir mengajak kita memberi makna terhadap setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, kita adalah orang orang pelupa, kenapa ? kalau kita bergumul saat ini sudah berdoa hingga doa puasa, ketika Tuhan mengabulkan doa pergumulan kita, kita akan bersyukur luar biasa namun gampang melupakannya.

Mari kita belajar dari Samuel yang mendirikan tugu peringatan yang memberikan nama Eben Haizer sampai di sini Tuhan menolong.

Hidup kita ini tidak sendirian bukan hanya untuk diri kita, Samuel itu baik namun dipanggil untuk bersama sama dengan Israel, kalau Samuel menghidupi relasinya dengan Tuhan sendiri maka tidak perlu mendirikan tugu peringatan.

Karena dia tahu ada Tuhan yang menolongnya, namun berproses mendampingi Israel yang begitu keras kepala dan kadang suka memberontak ketika Samuel bisa mengajak bangsa Israel beribadah kepada Tuhan, seumur hidup Samuel maka Samuel mengatakan ini karya Tuhan untuk saya bagi Israel.

Ingat, Hidup kita bukan untuk diri kita sendiri, kita harus hadir bagi kehidupan ini yang diminta Tuhan kepada Tuhan

Hari ini Pdt Hendra akan memasuki emeritus, ada pertanyaan kok masih muda sudah emeritus, Pak Hendra ini usianya lebih muda dari saya, mungkin pertanyaan itu tidak mudah dijawab.

Tapi peristiwa ini pun adalah moment untuk Pak Hendra juga memaknai hidup dan tugasnya tentunya emeritus, menjadi pendeta emeritus atau menjadi pendeta kita hadir bukan hanya diri kita.

Dalam percakapan beberapa minggu lalu dalam menyusun kebaktian ini saya mendengar ada tugas tugas yang diberikan dan dikerjakan Pak Hendra setelah emeritus.

Seorang pendeta GKI itu bukan sekedar melayani menunggu hingga emeritus ada pos pos perjalanan ada mutasi ada yang perpindah tugas, ada bagian bagian itu direflesikan bahwa Tuhan sudah menolong dan akan terus menolong.

Dari pesan itu, mari kita sungguh sungguh percaya bahwa Tuhan sudah menolong saya dan saudara dan iya akan terus menolong saudara dan saya apapun yang terjadi, mari kita terus percaya dan terus belajar menjadi anak anak Tuhan yang berkenan.

Mari saudara jika hari ini diizinkan Tuhan mengalami peristiwa apapun baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan, mari kita bertanya dan mencari kehendak Tuhan.

Bahwa kita ini juga harus memberikan tanda makna terhadap langkah langkah kehidupan ingat bapak ibu kita hidup bukan untuk diri kita sendiri.

Kita dipanggil menjadi orang orang beriman seperti Samuel yang juga harus hadir bagi bangsa Israel, tidak mudah bapak ibu kita punya persekutuan yang berbeda dan kita harus sepakat dan itu tidak gampang.

Namun ketika dikatakan Sampai di sini Tuhan menolong adalah langkah kecil yang sering saya dan saudara mengalaminya, biarlah langkah kecil itu ketika mengalami pertolongan Tuhan, itu menjadi kekuatan bagi kita terus melangkah bahwa pada saatnya datang Tuhan akan selalu menolong dan memberikati saudara dan saya.

Selamat memasuki usia emeritus Pak Hendra dan Bu Vika, semoga pelayanan berikutnya menjadi berkat bagi banyak orang.

Biarlah firman hari ini juga dihidupi oleh setiap saudara dan saya menjadi setiap saudara dan saya menjadi orang orang yang bermakna bagi kehidupan, Tuhan menolong tuhan memperlengkapi dan memberkati, amin..

Usai khotbah dilanjutkan dengan saat hening, dan persembahan pujian dari Paduan Suara remaja dan pemuda GKI Camar, Ekkelesia dengan pujian Ku Tetap Setia, dan pengakuan iman percaya.

Setelah itu prosesi emeritasi dimana Pdt Hendra Setia Prasaja diminta berdiri di tengah nimbar sembari para jemaat dan undangan menyanyikan lagu SetiaMu Tuhanku

“Saudara Pendeta Hendra Setia Prasaja selaku hamba Tuhan Yesus Kistus, saya menyatakan dan memberikan status sebagai pendeta emeritus kepada sudara, dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus,” ucap Pdt Suhud Setyo Wardono

Selanjutnya penyerahan piagam emeritasi dimana seorang wakil Badan Pekerja Majelis Sinode membacaan Piagam Emeritasi Pendeta, lalu menyerahkannya kepada pendeta yang telah diemeritasikan.

Dimana tembusannya disampaikan kepada Majelis Jemaat GKI Camar, BPMK GKI Klasis Jakarta Selatan.

Usai penyerahan piagam emeritasi dilanjutkan dengan doa syafaat serta persembahan pujian dari Paduan Suara GKI Cianjur dengan judul Roda Kehidupan.

Selanjutnya pelayanan persembahan dimana seluruh hasil persembahan pada ibadah emeritasi ini akan diberikan kepada BPMSW GKI Sinode Wilayah Jawa Barat dengan ayat nas dari Roma 11 ayat 36.

Sembari kantong persembahan diedarakan para jemaat dan tamu undangan menyanyikan pujian Aku Bersyukur.

Usai doa persembahan, Pdt Suhud Setyo Wardono melakukan pengutusan yang dilanjutkan dengan menyanyikan Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan.

Usai menyanyikan Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan, dilanjutkan dengan pengutusan dan berkat oleh Pdt Suhud Setyo Wardono yang dilanjutkan dengan menyanyikan Halleluya Amin.

Ibadah telah selesai dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan mulai dari BPMS GKI, Pdt Jedie Otniel, yang dilanjutkan dengan pemberian tanda kasih kepada Pdt pendamping Pdt Emeritus Hendra Setia Prasaja, Pdt Emeritus Herianto Suryadi.

Kemudian, Ketua Divisi Emeritasi Komisi Kependetaan Sinode Wilayah atau KKSW, Pdt Ujang Tanusaputra.

Bahkan diakhir pidatonya, Pdt Ujang Tanusaputra menyelipkan pantunnya yang berbunyi Bulan Agustus memasang bendera, selamat memasuki masa emeritus Pak Hendra dan memberikan kenang kenangan kepada Pdt Emeritus Hendra Setia Prasaja.

Kemudian perwakilan Majelis Jemaat GKI Camar, Penatua Antonius S.M Purba dan ungkapan hati dari Pdt emeritus Hendra Setia Prasaja.

Namun sebelum mengungkapkan isi hatinya setelah menyandang Pdt Emeritus, ada sebuah tayangan spesial dari keluarga besarnya yang dipersiapkan oleh sang istri tercinta untuk Pdt Emeritus Hendra Setia Prasaja

Dan diakhir ungkapan hatinya Pdt Emeritus Hendra Setia Prasaja memberikan tanda kasih kepada Orangtua, perwakilan GKI Camar, GKI Cianjur, dan Binawarga.

Selanjutnya melakukan sesi photo bersama dengan keluarga besar dari Pdt Emeritus Hendra Setia Prasaja, yang dilanjutkan dengan para calon Pdt dan seluruh Pendeta aktif dan pendeta emeritus.

Dan akhirnya seluruh rangkaian ibadah emeritasi Pdt Hendra Setia Prasaja telah berakhir dan para jemaat pun meninggalkan ruang ibadah Gereja Toraja, Galaxy, Kota Bekasi sembari menyalami Pdt Emeritus Hendra Prasaja dan para petugas yang melayani ibadah emeritasi sebelum menuju kediaman masing masing. ***

Leave a Reply

Back to top