GKI Camar Bekasi Gelar Ibadah Syukur Awal Tahun 2026

GKI Camar Bekasi Gelar Ibadah Syukur Awal Tahun 2026

GKI Camar Bekasi Gelar Ibadah Syukur Awal Tahun 2026 800 451 Rhesa Lorca

Menyambut awal tahun yang baru tahun 2026, Majelis GKI Camar Bekasi menggelar ibadah syukur awal tahun 2026 pada 1 Januari 2026.

Ibadah yang berlangsung di ruang ibadah utama pada pukul 09.00 ini mengambil tema Menyambut Kejutan Ilahi yang akan dilayani oleh Pdt Hendra Setia Prasaja.

Ibadah ini juga bisa disaksikan secara siaran langsung di jaringan video, Youtube serta tatap muka.

Ibadah dibuka dengan menyanyikan pujian T’lah Datang Tahun Baru yang dinyanyikan oleh para jemaat dan simpatisan serta alunan instrumen ketika proses Pendeta memasuki ruang ibadah.

Usai votum dan salam dari Pdt Hendra Setia Prasaja dan dibalas para jemaat dengan menyanyikan Amin, dilanjutkan dengan menyanyi Tersembunyi Ujung Jalan.

Selanjutnya pembacaan ayat Alkitab yang dimulai doa epiklese dan mulai dari injil Pengkhotbah 3 ayat 1 sampai 13, kemudian dilanjutkan dengan injil Wahyu 21 ayat 1 hingga 6a.

Serta pembacaan ayat alkitab oleh Pdt Hendra Setia Prasaja yang disambut berdiri oleh para jemaat terambil dari Matius 25 ayat 31 hingga 46.

Dalam Khotbah ibadah syukur awal tahun 2026, Pdt Hendra Setia Prasaja  membukanya dengan ucapan selamat tahun baru kepada seluruh jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi.

Bagaimana harapan di tahun ini pasti makin baik, semoga tadi malam cukup tidur sehingga bisa mendengar firman pada Tuhan hari ini.

Bagi keluarga dari Sumatera Utara atau suku batak malam tadi adalah malam yang penting ada mandok hata setiap anggota keluarga berbagai unek unek dan dan harapan dalam mandok hata, ada mandok mauliate dan hata pangidoan walau ada hal hal yang penting walau ungkapan harapan kita banyak sekali namun kita sadara akan hal itu.

Dalam Pengkhotbah 3 ayat 1 sampai 13 saya mengundang saudara untuk menyusuri ayat per ayat dan apa yang Tuhan rindukan untuk kita siap untuk menyambut kejutan Ilahi dimana ada yang positif dan negatif atau apa positif dan negatif dimata Tuhan.

Segala sesuatu adalah semua hal yang berkenaan dengan tuhan bukan hanya hal religius dan duniawi semua ada dalam kontrol Tuhan dan Tuhan mengetahui dan itu ada masanya momentum spesia

Namun Pengkhotbah mengatakan ada masa dan ada waktu, ada masa dan ada waktunya seperti ketika pulang ke Sumatra Utara dan menantikan panen duren ketika sampai di sana tidak ada durennya karena ditebangi.

Masa dan waktu dalam Pengkhotbah untuk apapun di bawah langit, dia punya perbedaan dengan yang di atas langit.

Apapun harapan anda hari ini mungkin juga menyadari pasti mengusahakan yang lebih baik.

Musim perjalanan kita bukan hanya yang terkontrol misal masuk Januari ya Februari habis itu masuk bulan teratur dari tanggal 1 ya tanggal 2 abis itu gajian, ada yang runtut.

Tapi kehidupan kita juga diwarnai dengan kejutan misalnya mendapatkan bonus atau menombok bonus, ada yang mengharapkan normal terjadi namun bisa saja hal terjadi terjadi.

Pengkhotbah mengatakan segala sesuatu di bawah ada masa ada waktunya, bacaan di Wahyu ditegaskan serupa.

Untuk penting kita menyadari di tahun ini tempatkan dalam hidup dan benak serta pikiran bahwa Allah berdaulat atas peristiwa hidup kita

Maka kita punya bekal untuk menghadapi kejutan kejutan yang akan diberikan kepada kita.

Ada 14 pasang menunjukkan bahwa peristiwa hidup ada bagian kita namun ada sesuatu yang kita tidak bisa kontrol dan atur.

Dan yang kita tidak bisa kontrol dan atur adalah kejutan untuk kita, oleh karena itu pengkhotbah mengatakan bahwa ayat ini adalah pesimis seperti ayat 9 dan 10.

Tahun ini kita jalani dengan jerih payah juga, walau 2026 saudara masuk kerja juga atau membuka toko harus dilakukan walaupun tahun baru tapi saudara juga menghadapi hal hal yang menjadi tanggung jawab dan jerih payah kita, namun Pengkhotbah mengatakan lalu apa untungnya kita ada yang baru namun yang rutin harus kita lakukan juga.

Apa untungnya menjadikan dirinya kepada sesuatu yang baru, namun hal hal yang dulu masih dilakukan Pengkhotbah mengatakan itu melelahkan diri.

Perkataan ini bukan sekedar pesimis namun ada sesuatu yang teologis, kamu mengejarkan segala sesuatu, tapi kamu harus ingat segala sesuatu yang kamu kerjakan tidak ada gunannya, kamu butuh sesuatu yang kuat dan tidak terubahkan dan sesuatu yang benar benar baru.

Mungkin kita membayangkan perjalanan hidup kita yang rutin, abis lahir, anak anak menjadi remaja, kemudian pemuda menikah, sepuh dan akhirnya kita meninggal mungkin ada yang rutin.

Mungkin kita berharap sampai di titik nanti meninggal di usia lanjut, banyak saudara saudara kita yang remaja lalu berpulang, pemuda, anak kita yang meninggal.

Atau harapan kita pada bisnis kita yang rutin dan akhirnya menanjak tapi kolaps di tengah jalan.

Pdt Hendra Setia Prasaja bercerita pada momentum tahun 2007 berat buat saya dua bulan sebelum saya menikah dan sudah mempersiapkan mulai dari gedung, undangan disebar

19 Agustus 2007 ayah saya meninggal tiba tiba, pagi pagi dia duduk makan kemudian tersedak dan meninggal karena serangan jantung dan itu mengejutkan, segala sesuatu kami rencanakan karena ini saya anak terakahir, ini tuntasnya ayah saya karena setelah itu tidak ada tanggung jawabnya.

Tapi kenapa dalam sebentar lagi, dan itu berpulang, mungkin saudara punya pengalaman serupa yang saudara rencanakan namun tiba tiba kejutan terjadi sesuatu yang tidak kita bayangkan tapi ternyata kita tahu apa yang kita rencanakan ada sesuatu yang ndak bisa kita kendalikan.

Siapa yang tahu anak kita berpulang padahal kita cita citakan selesai kuliah dan menjadi orang yang besar.

Siapa yang sangka kalau akhirnya suami kita yang kita kasihi berselingkuh atau siapa yang sangka anak anak kita yang jatuh ke dalam narkoba.

Banyak kejutan dan kata Pengkhotbah inilah yang sia sia, namun Pengkhotbah juga mengatakan dibalik ke sia siaanmu, kamu harus ingat bahwa Tuhan menjagamu, Tuhan punya kuasa yang besar untuk memberikan topangan dan Tuhan mengingat kita bahkan mengingatkan  jauh melampaui yang ada.

Saat kejutan terjadi, Tuhan mau mengatakan bahwa kita terbatas namun Tuhan tanpa berbatas, kita tidak mungkin ndak bisa menopang tapi Dia menopang kita.

Apapun yang kita akan alami pada tahun ini, ingatlah kita akan terbatas namun Tuhan berdaulat di balik semua peristiwa ada Tuhan yang menjaga saudara.

Kita punya pasti punya harapan harapan kerinduan di tahun ini adalah yang baik ndak ada yang kita gagal, atau sakit ndak sembuh, kita pasti mau yang baik.

Pengkhotbah juga mengatakan hal serupa, aku tahu bahwa untuk mereka tidak ada yang lebih baik daripada bersuka suka dan menikmati kesenangan hidup.

Kita rindu supaya tahun ini penuh suka cita dan juga hal hal yang baik yang terjadi tapi kita sadar bahwa ada kejutan kejutan yang terjadi.

Dalam penutup pasal ini, Pengkhotbah mengatakan sesuatu bahwa kamu minta sesuatu yang baik atau kamu minta mau senang senangnya tapi ingat ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Kita sering mengatakan nantilah waktu Tuhan itu indah, ya itu amin tapi Pengkhotbah ingin menegaskan sesuatu waktunya berarti waktu terjadi bukan waktunya Tuhan nanti punya

Jadi saudara sakit itu waktunya saudara, sakit itu adalah keindahan, jika saudara gagal itulah keindahan bukan nanti wah pasti ini sekarang gagal pasti ada rencana indah Tuhan, betul itu tapi gagal hari ini adalah keindahan itulah yang ingin Pengkhotbah sampaikan.

Siapa yang ingin melihat saat kita sakit, atau kehilangan orang tercinta kok kita mengatakan itu indah, bahkan Pengkhotbah mengatakan bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.

Hanya orang yang punya kekekalan, cara berpikir kekekalan cara berpikir keabadian dan cara itu adalah cara Allah yang Tuhan berikan dalam hatimu itu yang akan membuat kita.

Sehingga kita tidak bisa lalu mengatakan tidak ada keindahan, manusia tidak bisa menyelami pekerjaan Allah, tapi siapa yang memiliki hati kekekalan akan melihat.

Dan inilah yang kelak membawa kita mengatakan segala sesuatu itu adalah pemberian Tuhan, mati, hidup menanam, mencabut, berhasil, gagal adalah cara Allah.

Pdt Hendra Setia Prasaja bercerita mengenai kehidupan pribadinya dengan istrinya yang bertolak belakang dimana dirinya suka traveling, keluar rumah, adventure, sementara istrinya adalah rumahan, karena kebahagiaannya adalah di rumah.

Kalau dia di rumah kalau melihat saya pergi tidak iri, bahkan kalau saya dirumah istri saya pun menayakan kok tidak pergi pergi, kami sangat susah disatukan namun Tuhan pertemukan dan menikah.

Menurut Pdt Hendra Setia Prasaja, banyak sekali hal kita yang menjadi pride kita ndak mau merendahkan, atau kita memilih untuk kita berhak bahagia kita memilih sesuatu menurut kita ideal tapi kita menutup karya Tuhan.

Bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita adalah pemberian Tuhan mungkin peristiwa besar dalam kehidupan saudara saat ini.

Ketidakharmonisan keluarga bukan akhir atau kegagalan bisnis anda bukan akhir karena Tuhan punya rencana indah di balik itu.

Karena kejutan kejutan Tuhan itu ada dan besar seperti yang saya alami bersama istri, karena Tuhan punya rencana besar.

Jika saudara terus bertahan dan menyakini bahwa peristiwa hidup saudara indah pada waktunya pada saat itu terjadi, saudara akan melihat segala Tuhan berikan dan segala sesuatu mengejutkan tapi dibaliknya ada karya Tuhan.

Mari kita hadapi kejutan kejutan tahun ini, kejutan kejutan dimana Allah berdaulat semua ada waktunya, kejutan dimana kita akan tahu walau kita terbatas dan Tuhan tanpa terbatas.

Dan kejutan yang kita tahu bahwa segala sesuatu Tuhan berikan untuk kemuliaan Tuhan.

Mari masuki tahun ini hadapi segala kejutan yakin segala sesuatu indah pada waktunya, amin yang dilanjutkan dengan saat hening sejenak.

Usai saat hening dilanjutkan dengan persembahan pujian dari para majelis jemaat GKI Camar Bekasi yang membawakan pujian berjudul Tuhan yang pegang.

Lepas dari persembahan pujian dari majelis jemaat GKI Camar Bekasi, ibadah dilanjutkan dengan menyanyikan pujian aku percaya

Doa syafaat pun melantun oleh Pdt Hendra Setia Prasaja yang sebelumnya meminta jemaat untuk berdoa lebih dulu yang diakhiri dengan lagu doa Bapa Kami.

Kemudian dilanjutkan dengan persembahan dengan menyanyikan lagu Siapa Gerangan Sang Raja dengan diakhiri doksologi.

Selanjutnya Pdt Hendra Setia Prasaja melakukan pengutusan yang diakhri dengan jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi menyanyikan pujian berjudul Bersama Menghadirkan Harapan.

Usai lagu Bersama Menghadirkan Harapan, Pdt Hendra Setia Prasaja melakukan berkat yang diakhiri dengan Refrain Ammin berakhir pula ibadah syukur awal Tahun Baru 2026

Acara pun dilanjutkan sambutan dari Ketua Majelis Jemaat yang dibacakan oleh Penatua Frits.

Bersamaan dengan Pdt Hendra Setia Prasaja dan petugas yang melayani, para jemaat dan simpatisan menyanyikan pujian berjudul Tuhan, Tolonglah Bangunkan Iman.

Dilanjutkan saat teduh, dan ibadah pun benar telah selesai dengan para jemaat dan simpatisan saling bersalam salaman seraya mengucapkan selamat tahun baru sebelum meninggalkan ruang ibadah utama dan menuju Gedung RPP untuk menikmati kudapan yang sediakan oleh Majelis Jemaat. ***

Leave a Reply

Back to top