Usinda GKI Camar Lakukan Kunjungan dan Kebersamaan di PWK Hanna

Usinda GKI Camar Lakukan Kunjungan dan Kebersamaan di PWK Hanna

Usinda GKI Camar Lakukan Kunjungan dan Kebersamaan di PWK Hanna 1024 512 Rhesa Lorca

Komisi Usia Lanjut Indah atau Usinda GKI Camar Bekasi melakukan kunjungan ke Panti Werdha Hanna, Ciputat, Tangerang Selatan pada Sabtu 24 Januari 2026.

Kunjungan ini adalah kunjungan yang selalu dilakukan oleh para pengurus dan anggota Komisi Usinda dalam rangka kebersamaan antar sesama anggota dan pengurus.

Dalam kebersamaan ini mengambil tema Membuka Hati untuk Tuhan ini dibuka dengan menyanyikan pujian Hari Ini Kurasa Bahagia yang dilanjutkan dengan doa pembukaan.

Usai doa pembukaan dilanjutkan dengan menaikkan pujian yang berjudul Berlimpah Sukacita.

Dalam kunjungan kali ini para pengurus Komisi Usinda memberikan persembahan pujian kepada para Opa Oma Panti Werdha Hanna.

Memasuki pelayanan firman, anggota, pengurus Komisi Usinda dan para penghuni Panti Werdha menyanyikan pujian FirmanMu.

Pelayan firman dalam kunjungan ini dilayani oleh Pdt Emeritus Maxi Sompotan dengan tema Membuka Hati untuk Tuhan yang mengambil dari injil Wahyu 3 ayat 14 sampai 22.

Dalam renungannya, Pdt Emeritus Maxi Sompotan mengatakan umat kristen terperangkap dalam penindasan, mereka yang kaya raya diam saja tenang saja tidak melakukan sesuatu.

Inilah yang membiarkan Tuhan mengatakan kamu ini begitu nyaman seolah diri kaya tetapi kekayaanmu adalah kemuliaan dirinya bukan kemuliaan Tuhan sementara saudara saudara yang tertindas kau abaikan.

Dalam kehidupan mereka menikmati semua kekayaan mereka dengan sukacita dan Tuhan mengatakan jadikan engkau suam suam kuku atau panas Aku akan mengucapkan engkau dari mulutku karena engkau berkata aku kaya dan aku tidak memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa apa, karena engkau tidak tahu bahwa engkau melarat, dan miskin, buta dan telanjang, maka aku menasehati engkau supaya engkau memberikan setengah emas yang telah dimurnikan dalam api agar engkau menjadi kaya dan kain putih selain engkau memakainya agar dapat tidak kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan dan dari tindak tunduk supaya engkau melihat.

Jadi Tuhan menegur mereka, mata untuk dijadikan melihat saudara saudara yang mengalami keputusasaan tetapi tidak melihat.

Kalau saudara melihat di televisi banyak peristiwa akhir akhir ini terutama banyak korupsi ternyata ada peran orang Kristen, maaf mungkin ada diantara itu menjadi keluarga kita, kita harus protes jangan diam saja.

Kalau Tuhan mengkritik mereka bukan berarti Tuhan tidak mengasihi mereka, Tuhan mengasihi mereka kasih Tuhan begitu besar, supaya apa ? supaya mereka membuka hati, hati terluka mata terpancar terang kasih Tuhan dan melakukan kegiatan dengan nama Tuhan

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Jadi Tuhan membuat mereka bertobat dan Sadar.

Sementara di ayat 20 tertulis Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku

Hati yang terbuka untuk Tuhan, maka Tuhan akan hadir bersama sama, opa oma ketika makan yakinkah kita tengah makan bersama Tuhan. Ketika kita berdoa, Tuhan hadir di antara kita

Pasti semua kita pasti ingin jadi orang kaya, namun dalam ayat ini kita diingatkan ketika menjadi kaya secara tulus tidak setengah hati, karena kekayaan itu bagian dari Tuhan, Tuhan memerintah untuk menjadi alat untuk Tuhan dimuliakan bukan kita.

Ketika kita dihadapi berbagai persoalan yang rumit, menuntut kita menanggapinya secara aktif. Kita protes dan berniat namun serahkan kepada Tuhan.

Kalau secara proaktif dan aktif berarti melibatkan diri untuk mengatasi dan rela mengobarkan segala milik kita untuk Tuhan. Mengobarkan dengan ketidakpaksaan melainkan dengan sukacita.

Banyak anak anak yang ribut mengenai harta, coba kita lihat apakah anak satu dengan yang lain apakah saling menolong atau jangan jangan saling rebutan harta yang  kita tinggalkan ini menjadi renungan kita.

Atau kita hanya diam saja yang penting saya sudah tinggal disini dengan aman, padahal dalam waktu kecil, ada sebuah lagu di doaku namaku disebut dimana cuma diingatkan saja, anak anak kita sudah berumah tangga ada ndak yang rebutan satu yang lain.

Kalau kita diam kita doakan biarkan kita nantikan Tuhan bekerja untuk mereka, serahkan kepada Tuhan.

Kita belajar membuka hati untuk Tuhan, bukan hanya untuk kita tetapi untuk semua seperti Yesus mengajarkan kepada kita, kita bersama pengurus dan karyawan saling hidup rukun dan sukacita bersama.

Hidup, mati kita ada dalam Tuhan, Hidup adalah untuk Kristus mati adalah untuk Tuhan, kita pengen 1000 tahun dan di beri umur panjang senantiasa membuka hati kita untuk Tuhan.

Mari kita melangkah di tahun yang baru ini, selalu diingatkan dan selalu membuka hati untuk Tuhan lewat setiap langkah dan perbuatan kita yang senantiasa memuliakan Tuhan dan menjadikan  panti ini memancarkan terang kasih Tuhan sehingga terbuka kesempatan bagi lansia lansia yang ingin hidup bersama kita bersama sama memancarkan terang kasih Tuhan.

Semoga renungan ini walaupun sulit untuk kita memahami tetapi ini penting untuk mendekatkan kita dengan Tuhan, Tuhan berkati kita semua anak, mantu dan cucu kita Amin..

Usai renungan dan saat hening, acara dilanjutkan dengan persembahan pujian dari para opa oma dari Panti Werdha kemudian dilanjutkan dengan doa syafaat oleh Pdt Emeritus Maxi Sompotan.

Kemudian menyanyikan pujian Tiap Langkahku yang dilanjutkan dengan doa berkat serta menyanyikan Bapa Terima Kasih sebagai penutup ibadah.

Usai ibadah selesai maka dilanjutkan dengan sesi photo bersama dan ramah tamah dengan para opa oma sebelum para pengurus beranjak meninggalkan panti menuju kediaman masing masing. ***

Leave a Reply

Back to top