Bina Pelawat kembali diadakan dengan tema “Berkomunikasi dengan Sukacita dalam Perlawatan” pada hari Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08:30 ini, dilaksanakan di Ruang Ibadah GKI Camar Bekasi dengan pembicara Pdt. Marto Marbun dari GKI Kranggan.

Bina Pelawat kembali diadakan dengan tema “Berkomunikasi dengan Sukacita dalam Perlawatan” pada Sabtu, 25 Juli 2026
Komisi Perlawatan mengundang jemaat atau simpatisan yang tergerak untuk mengikuti kegiatan Perlawatan Jemaat. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin diperkaya dan diperlengkapi dalam pelayanan perlawatan jemaat di masa mendatang.
Sebelum kegiatan dimulai, peserta disuguhkan camilan berupa ketimus, pisang kukus, dan jagung rebus, serta kopi dan teh panas sembari melakukan registrasi ulang kehadiran. Tepat pukul 09.00, kegiatan dibuka dengan pujian “Ku Mau Berjalan dengan Juru Selamatku” dan “JejakMu Tuhan” yang dipimpin oleh Ibu Yentina selaku MC, dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Pnt. Claudia A. M. Tjan. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Komisi Perlawatan, dr. Zinson Marbun, dan Pembina Komisi Perlawatan, Pnt. Marshinta Parapat.
Kegiatan dilanjutkan dengan pujian “Gembala Baik Bersuling Nan Merdu” yang dipimpin oleh MC. Kemudian, sesi ice breaking dipimpin oleh Pdt. Marto Marbun. Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk berkompetisi dalam permainan yang telah disediakan guna membangkitkan semangat sebelum memasuki sesi materi utama.

Materi disampaikan oleh Pdt. Marto Marbun, diselingi dengan sesi tanya jawab dan simulasi. Sesuai dengan ayat dasar tema Bina Perlawatan, yaitu 3 Yohanes 1:2-4,
“Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. Sebab aku sangat bersukacita… tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran. Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran”.
Ayat tersebut selaras dengan kegiatan perlawatan yang memiliki pesan utama, yaitu: penerimaan, holistik, dan empati. Pdt. Marto Marbun menggunakan ilustrasi kisah Ayub sebagai tantangan dalam berkomunikasi bagi tim pelawat. Melalui kasus Ayub, tim pelawat dibekali mengenai sikap yang harus diambil, hal yang perlu dihindari, serta tindakan yang dianjurkan. Selain itu, dipaparkan pula mengenai komunikasi pastoral dalam lingkup perlawatan.

Peserta kemudian diperlengkapi dengan simulasi untuk mempraktikkan materi yang telah disampaikan oleh Pdt. Marto Marbun sebelum mengakhiri kegiatan.
Kegiatan diakhiri dengan menyanyikan lagu “PKJ 185 – Tuhan Mengutus Kita” yang menjadi dasar iman Komisi Perlawatan GKI Camar, kemudian ditutup dengan doa, foto bersama, dan santap siang.

Demikian liputan kegiatan Bina Perlawatan GKI Camar 2026. Semoga tim perlawatan serta jemaat dan simpatisan semakin diperlengkapi dengan materi yang dipaparkan dalam memperkuat persekutuan antarjemaat di GKI Camar. Tuhan memberkati.
Leave a Reply