Sebuah kolaborasi yang menarik antara Angklung Usinda Immanuel dengan Vocal Grup Wilayah 3 tersaji dalam ibadah Minggu ketiga bulan Januari GKI Camar Bekasi.
Ibadah Minggu GKI Camar Bekasi ini mengambil tema Lihat dan Tinggallah Dalam Dia dengan pelayan firman calon pendeta Sdri. Claudia AMT, S.Si Teol.
Ayat firman yang terambil dalam ibadah Minggu ini dari kitab Yesaya 49 ayat 1 sampai 7 dilanjutkan dengan 1 Korintus 1 ayat 1 hingga 9 dan Yohanes 1 ayat 29 sampai 42 dengan Mazmur tanggapan dari Mazmur 40 ayat 1 hingga 11.
Sebelum masuk dalam firman Tuhan, ada kesaksian pujian dari Vocal Kawan 5 Grup yang menyanyikan lagu secara medley Saat Kami Berkumpul, Kasih Tuhan tak berkesudahan. Kasih SetiaMu


Dalam khotbahnya Sdri Claudia AMT, S.Si Teol mengatakan kita bersyukur walaupun cuaca sedang tidak baik baik saja kita bisa berkumpul di tempat ini.
(pada saat ibadah, petugas multimedia menampilkan slide bahan khotbah dengan menuliskan Lihat dan tinggalah dalam Dia dimana kurang huruf L nya.)
Kita melihat ke layar di hadapan kita dan adakah yang aneh dalam tema tersebut ? jemaat pun menjawab kurang huruf L nya.
Fun factnya, biasanya manusia itu paling cepat mencari kesalahannya, makanya saya minta tolong ditampilkan ppt saya bukan tim mulmed karena sudah pasti benar, karena ppt saya sengaja
Inilah fakta yang menarik manusia itu cepat banget mencari dan menemukan kesalahan namun ketika disuruh melihat kesalahan diri sendiri biasanya kita akan menolaknya, biasanya kita akan menyangkalnya.
“ndak kok saya baik baik saja,” ; “emang ada yang salah dari diri saya” ; “emang ada yang ndak baik dalam diri saya,” biasanya kita menyangkalnya
Atau yang paling mudah biasanya kita ketika dikritik mengatakan kita oh iya baik atau hmm ok baik namun dibelakang emangnya iya ya aku kayak gitu ndak kok, itulah manusia ya bapak ibu.
Cobalah kita melihat ke dalam dunia kita, dunia kita juga menyajikan hal tersebut di dalam, cepat sekali kita melihat dunia ini dengan segala kesalahannya, dengan segala sesuatu yang disajikan di dunia kita dengan cepat meresponnya juga
Contohnya begini, kata lihat apa yang kita lihat dalam dunia ini, inilah yang biasa kita lihat misalnya, kita melihat orang lain sukses, kadang kala melihatnya kok bisa sukses kerjaannya apa ya kok bisa cepat suksesnya.
Kok di dunia luar sana jahatnya, kok atasan kita sangat kejam ya , sedikit sedikit menyuruh dan perintah dan lain sebagainya atau ada mobil mewah melintas, iih keren ya mobil itu siapa ya yang berhasil beli mobil itu.
Atau ada orang lain sukses, kita mengatakan saya juga mau uang sebanyak itu kayaknya bahagia kalau punya uang sebanyak itu atau ibu ibu melihat rekannya punya tas baru atau ganti tas, ihh tas dia ganti tuh, merek keluaran terbaru tuh.
Kita melihat dunia ini semuanya glamour dan mewah atau misal dia ikutan grup padel maka saya pun harus ikutan juga supaya kita terkenal ndak boleh lebih dari dia.
Atau bestie saya ketika kumpul arisan ada cincin dengan batu yang besar, saya pun kalau bisa punya cincin dengan batu lebih besar dari bestie saya kalau bisa di jari jari tangan saya.
Atau bapak bapak ketika ngumpul ada yang memiliki motor gede, coba deh saya pikirin gimana caranya saya ngomong ke istri diboleh karena biasanya ada ucapan lebih baik minta maaf daripada minta izin.
Kadang ada yang diam diam beli aksesori mobil atau motor bilang ke istrinya Rp500 ribu ternyata Rp 1 juta alhasil istirnya ngomel ngomel begitu tahu.
Itulah yang dunia tawarkan, tidak ada yang jelek atau atau terlihat baik baik saja, yang ada glamour, dunia itu mengasikkan mata kita walau kita coba mengikutinya.
Seperti tadi lagi marak padel lalu kita ikutan ikutan, terus terusan kita mengikutinya dunia yang tidak ada habisnya dengan kemewahan.
Mari kita lihat apa yang ditawarkan dalam injil kita dimana sudut pandang yang berbeda, seperti sudut pandang Yohanes,
Yang ditampilkan Yohanes bukanlah kemewahan seperti lihat pewaris seluruh alam semesta bukan kalimat mewah dan megah tapi Lihatlah Anak Domba Allah.
Bapak ibu kalau kita berwisata kita melihat domba yang dewasa saja pasti gemes apalagi digambarkan anak domba yang lucu yang menggemaskan atau anak sekarang mengatakan unyu unyu.
Bukan gambaran yang sangar, tidak ada gambar kemewahan atau pahlawan yang gagah perkasa tapi anak domba Allah hewan yang lucu dan sangat imut imut, inilah pembukaan yang Yohanes tampilkan, anak domba gambaran yang lemah lembuh, tidak hirarki atau yang paling berkuasa.
Dan bapak ibu faktanya anak domba yang kelihatan imut imut, unyu unyu dan tidak memiliki hirarki dan yang tidak paling berkuasa yang tidak kita lihat namun besar maknanya.
Domba ini adalah gambaran tiga tradisi, domba ketika paskah berarti kebebasan kemudian, domba adalah hewan kurban penghapusan dosa saat itu di bait suci paling penting tidak bisa digantikan dengan babi.
Yang ketiga, adalah gambar sebagai hamba Tuhan yang menderita memikul dosa umat yang harus disalibkan menebus doa kita semua, penting banget dari hewan unyu unyu yang imut ini memegang peran yang sangat penting bukan gambaran seperti super hero namun faktanya sangat menarik dan sangat luar biasa.

Lihat anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, kata menghapus berarti memikul atau memanggul dosa dunia, dosa dunia bukan dosa saya saja atau suatu suku saja tapi dosa dunia
Anak domba yang kecil memikul dosa dunia yang sangat besar yang tidak baik baik saja, tidak memakai kuasa atau kekuatan, kalau super hero jaman sekarang seperti super hero A memiliki kekuatan listrik, super hero B mengendalikan air, api, tanah dan udara
Namun disini menghapuskan dosa dunia dari seekor anak domba yang kecil tersebut, ini gambaran yang sangat menarik Yohanes juga berkata aku pun dulu tidak mengenal Dia.
Bukankah dalam khotbah Pdt Dina Khari minggu lalu dia mengatakan Yohanes yang membaptis Yesus saat itu dimana bukankah saat itu Yohanes sudah mengenalNya, disini bukan mengenal secara nama, di sini bukan mengenal saya sudah mengenal Yesus saudara saya, mama saya dan mamanya pun saudara.
Namun disini adalah secara rohani bukan nama atau silsilah keluarga namun mengenal secara pewahyuan roh kudus.
Sudahkah belum sih kita mengenal Yesus secara pribadi kita, sudah belum sih setiap minggunya kita ke gereja atau setiap ada persekutuan kita datang, sudah benar belum sih hubungan kita benar benar dekat dengan Yesus.
Sama seperti dengan pertanyaan Yohanes, pernyataan Yohanes aku pun dulu tidak pernah mengenal dia , bahkan yang saudara yang ada silsilah keluarga ada hubungannya saja aku belum mengenal dia.
Karena menurut Yohanes merasa iman saya kurang belum mengenal Yesus, dan dimulai dengan Yesus dan selalu memiliki inisiatif untuk mengundang dan mengenal lebih.
Pada ayat 38 dan 39 mengatakan apa yang kamu cari, marilah dan kamu akan melihatnya, ini undangan Yesus, inisiatif Yesus terlebih dahulu bukan kita yang mencari tapi Yesus lah yang mencari kita
Seperti dalam injil Yohanes, ketika ada orang buta yang datang, Tuhan Yesus membuat dia melihat lagi bukan melihat secara melihat secara mata atau fisik tapi dibuka hatinya sehingga orang buta itu tahu siapa sih Yesus.
Tapi bapak ibu bayangkan saja tidak dapat melihat namun hanya bisa mendengar oh ada yang namanya Yesus namun kita tidak tahu bentuk fisik dan rupanya.
Namun ketika orang buta dicelikkan matanya bukan mata fisik namun mata hatinya juga ketika ia tahu siapa yang dijadikan role model atau siapa yang harus ia ikuti.
Melihat ada suatu gerakan ingin mengenal lebih dalam, ingin tinggal dan ada suatu pengakuan, ada orang buta ingin melihat, mengenal lebih dalam siapa sih Yesus, ingin tinggal dan ada satu pengakuan siapa Yesus tersebut, siapa Tuhan kita.
Pengakuan berbuahkan identitas, ada identitas baru bukan identitaas yang lama contoh yang paling mudah, ada kalimat pada ayat 42 injil Yohanes 1 mengatakan.
Engkau akan dinamakan Kefas yang artinya Petrus, Tuhan Yesus tidak sembarang kasih nama, Tuhan Yesus bukan berkata oh namamu jelek diubah deh namanya, atau namamu keberatan nanti kamu sakit sakitan diubah deh namanya
Tapi Yesus tahu maksud pengubahan nama tersebut, ada pribadi yang harus diperbaharui.
Contoh yang paling mudah, ketika kita menyerahkan anak kita lagi baik itu orang tua yang harus menanggung tanggung jawab memegang iman anaknya sampai akhirnya anak kita berhasil berjalan sendiri ke depan dan mengakui iman percayanya.
Ketika anak tersebut sudah berhasil mengakui iman percayanya ada sosok satu pribadi yang anak ini harus ia pegang, pribadi yang harus tumbuh, ia harus berbuah, ia harus berani mempertanggung jawabkan iman bukan lagi menggandeng orang tuanya. Yaudh papa mama saja lah yang menanggung dosaku kalau aku nakal.
Tapi dia harus memegang pribadi yang baru ketika dia berani mengakui iman percayanya di hadapan Yesus, demikian juga dengan penggantian namanya seperti Kefas yang artinya Petrus ada identitas baru yang diperbaharui oleh Yesus contoh Abram menjadi Abraham, Sarai menjadi Sarah, Yakub menjadi Israel itu kan nama nama penting yang diubahkan yang kita lihat sesudahnya peran perannya juga sangat penting di dalamnya.
Yesus tahu panggilan itu sungguh penting adanya, dalam bacaan Yesaya bapak ibu kita melihat ingin memperlihatkan menunjukkan siapa yang membuat hamba Tuhan ini mampu, kalau bukan Tuhan ya siapa lagi.
Sehingga dalam ayat ke 4 ada kesadaran penuh usaha manusia itu sia sia kalau tidak mengandalkan Tuhan, ayat 6 Aku akan buat engkau menjadi terang bagi bangsa bangsa supaya karya keselamatan ku sampai ke ujung bumi.
Ada proses, memperlihatkan, mengenal dan ada tindakan dari umat tersebut, umat sadar oh ternyata hidup saya sia sia kalau tidak di dalam Yesus, tetapi sudah di dalam Tuhan, di dalam Allah, Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa bangsa ada dampak.
Terbayang ndak sih bapak ibu ketika kita hidup di luar Kristus, kita mungkin akan merasa baik baik saja untuk sejenak, karena kita melihat dunia ini oh saya pun mampu kok beli segala sesuatu, bisalah saya hidup di luar Kristus.
Saya sudah kaya kaya kok saya mampu beli segala sesuatu, udahlah cukup saya ndak mengenal Yesus kembali.
Bapak ibu coba kita flashback ke jaman Covid19 dulu siapa sih yang menciptakan oksigen, seberapa pun kaya kita, seberapa pun uang kita ternyata oksigen itu mahal dan sulit sekali, mencarinya saja susah dan rebut rebutan.
Jadi kita tahu ya bapak ibu seberapa pun kaya dan uang kita ternyata oksigen yang Tuhan ciptakan ndak bisa kita beli sama sekali, sudah sepatutnya kita melihat siapa sih diri kita di luar Tuhan ndak bisa hidup sama sekali.
Begitu pun juga dengan seruan Mazmur tadi bapak ibu seruan kekaguman kalau kita tinggal di dalam Yesus, karena kita melihat satu satunya penolong kita itu siapa.
Yang keluar dari mulut kita adalah pujian dan syukur bukan lagi kutuk penghakiman, bukan lagi mencari kesalahan orang atau melihat orang itu oh kurang. Tapi kita melihat diri kita sudah benar belum di hadapan Tuhan.
Dalam Mazmur 40 tertulis “Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam lubuk hatiku.” ini suatu kalimat yang kalau kita baca gampang tapi susah melakukannya.
Apalagi ketika menemui masalah, susah banget mengatakan dan kenapa hidup ku begini begini saja, tapi disini kita diajarkan mengatakan ini karena kita bersyukur hidup kita susah diberkati oleh Tuhan.
Dalam bacaan 1 Korintus 1 ayat 1 sampai 9 mengatakan bukan hanya individu tapi komunitas pun diajak, bukan hanya kita pribadi yang diperbaharui, melihat dan mengenal Yesus tapi komunitas pun diajak.
Ketika dunia menggunakan harta, kekuasaan, pengaruh untuk mengundang orang banyak mengikuti
Kita sebagai anak Tuhan juga harus lebih kuat memiliki komunitas yang mau bertumbuh bersama mengenal Kristus.
Maka kita dari itu kita bersyukur ketika di GKI Camar ada komisi komisi yang dibentuk untuk apa sih untuk saling menguatkan, ada wilayah wilayah yang dibentuk untuk apa sih untuk saling menguatkan.
Itu keluarga kita, harus saling mendukung harus saling menopang kemana lagi kita lari kalau komunitas kita sendiri saja saling bermusuhan, saling mengata ngatain, dan lain sebagainya.
Dan apa yang bisa kita lakukan bapak ibu ? lihat mengenal bergerak ada perubahan pribadi tinggal untuk berdampak.
Ini lah step by step pada minggu ini, kita lihat siapa juru selamat kita yang tadi kita katakan anak domba Allah yang unyu unyu di awal tadi
Lalu mengenal anak domba Allah yang unyu unyu ini perannya sangat besar dan peran yang luar biasa dalam kehidupan kita, ada perubahan dan pergerakan mau ngapain hidup saya di tahun 2026 ini, apakah pribadi saja tetap sama di 2025, atau berganti ke pribadi yang lebih baik.
Tinggal untuk berdampak bagi orang lain bukan hanya untuk diri sendiri saja. Gereja itu memanggil orang berdosa, tidak layak untuk dibentuk terus menerus.
Bukan memanggil orang yang merasa sudah sembuh ngapain saya datang ke gereja tapi memanggil kita semua orang yang berdosa orang yang tidak layak, orang yang terluka.
Ketika Gereja memanggil bapak ibu pelayanan yuk, jadi lektor, pendaras, pemazmur, jadi PKK, jadi penatua belajar bapak ibu kita doakan itu jangan langsung ditolak.
Oh ndak bisa pak, saya sibuk, saya anaknya masih kecil kecil dan lain sebagainya, tapi belajarlah perlahan bapak ibu, kita mendoakan itu dan menerimanya.
Berat ? iya, siapa sih yang menjamin ketika kita menjadi pelayan Tuhan oh hidup saja akan bahagia dan kaya raya ? oh tidak ada tapi setidaknya hidup saya berdampak satu langkah dibandingkan yang lainnya yang masih menggunakan alasan dunia ini.
Setidaknya hidup saja lebih berguna di hadapan Tuhan ketika saya turut mengambil bagian di dalamnya.
Selamat dicintai dan mencintai Yesus bapak ibu selamat melihat, mengenal dan juga menjadi pribadi yang berdampak Tuhan Yesus memberikati kita semua.
Usai saat hening, ibadah dilanjutkan dengan kesaksian pujian yang dibawakan oleh Angklung Usinda Immanuel yang berkolaborasi dengan Vocal Grup Wilayah yang membawakan pujian Hai Pujilah Tuhan (1000 reason).

Dilanjutkan dengan pengakuan iman percaya dan doa syafaat dengan pokok pokok doa yang sudah disiapkan penatua.
Kemudian persembahan dimana ada kantong tambahan untuk bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, jemaat pun menyanyikan lagu Di Sini Aku Bawa sembari kantong persembahan diedarkan dilanjutkan dengan doa persembahan dan doksologi.
Dan sebagai penutup dari ibadah Mingggu ini adalah pengutusan dan berkat yang dilakukan oleh Claudia AMT, S.Si Teol yang dilanjutkan dengan menyanykan lagu tema pelayanan, Tuhan Tolonglah Bangunkan Iman.


Selama jemaat menyanyikan Tuhan Tolonglah Bangunkan Iman, pelayan firman dan liturgos meninggalkan nimbar menuju pintu keluar untuk menyambut jemaat yang telah selesai beribadah.
Usai menyanyikan Tuhan, Tolonglah Bangunkan Iman, para jemaat melakukan saat hening dan satu persatu meninggalkan kursinya mengantri untuk saling bersalaman dengan pelayan firman, penatua dan petugas seraya mengatakan Selamat hari Minggu sebelum kembali ke kediaman masing masing. ***
Leave a Reply