Minggu awal tahun 2026 atau Minggu Epifani GKI Camar menggelar Perjamuan Kudus.
Ibadah Perjamuan Kudus Awal Tahun ini akan berlangsung dua sesi pagi dan sore di ruang ibadah GKI Camar Bekasi pada 4 Januari 2026
Tema yang diangkat pun adalah Meraih Masa Depan Bersama Sang Terang dengan pelayan firman, Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M.
Ayat Alkitab yang dikutip adalah Yeremia 31 ayat 7 hingga 14, dilanjutkan dengan injil Efesus 1 ayat 3 hingga 14 dan Yohanes 1 ayat 1 hingga 18.
Dalam khotbahnya Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M mengawali dengan kisah sebuah padi, dimana yang mulai tumbuh tinggi dan menariknya ada sebuah padi yang nampak menjulang tinggi.

Hal ini membuat sang padi yang menjulang tinggi mengatakan yang didengar oleh padi padi yang lain, wah ternyata saya yang lebih tinggi daripada padi padi yang lain tidak ada yang tinggi sama dengan aku tidak ada yang lebih tinggi dari aku..
Ia terus berkata setiap kali padi padi yang semakin bertumbuh dan berbuah serta merunduk.
Padi yang tumbuh tinggi ternyata padi yang kosong sementara yang semakin merunduk memiliki isi
Dari hal sederhana ini seringkali dipakai untuk memberikan sebuah pemahaman, bahwa sebenarnya ketika orang mulai menyombongkan dirinya sebenarnya itu adalah tipikal orang orang yang tidak berisi, sementara orang orang yang semakin rendah hati adalah orang orang yang semakin berbulir dalam kehidupannya, dia semakin kayak dalam imannya.
Dalam perjalanan hidup kita ada begitu banyak kesombongan yang muncul dalam diri kita baik yang terlihat maupun terselubung.
Kesombongan yang terselubung dapat terlihat dalam perilaku keseharian manusia begitu juga dengan orang orang yang berbulir semakin terus berbuah akan semakin terlihat dalam kesehariannya.
Menegaskan bahwa orang orang yang semakin rendah hati adalah orang orang yang mau dan memahami perjalanan hidupnya hanya dituntun oleh sang terang kristus sendiri.
Tidak heran begitu banyak anak anak Tuhan yang seringkali mengatakan bahwa setiap hal yang saya raih, mimpi terwujud adalah pencapaian keberhasilan dari diri saya.
Kalau saya tidak bangun pagi pagi, saya tidak bekerja keras, kalau saya melakukan lebih dari yang seharusnya ya mungkin hidup saya tidak seperti ini, jadi kita diingatkan kalau Tuhan bisa seketika pun membalikkan kehidupan kita tidak seperti apa yang terjadi saat ini.
Kenapa ? karena kendali dalam pengusaan Tuhan, kenapa ? karena nafas hidup ini pun dari Tuhan.
Saudara dan saya tidak meminta dilahirkan di dunia ini itu namanya anugerah, dimana pada usia remaja kita sering kali mengeluh akan kehidupan kita dan inilah pemberontak kita.
Kenapa? karena memang dasarnya kita tidak ingin lahir di dunia tapi anugerah Tuhan, inisitatif Tuhan yang berarti ada rancangan yang dikerjakan Tuhan dalam diri kita.
Meraih masa depan yang terang hanya mungkin bisa terjadi bila kita berjalan bersama Kristus sang terang dunia.
Banyak orang kristen punya Alkitab dan rajin ke gereja namun tidak hidup dalam terang kristus.
Alkitab itu tidak digunakan untuk menerangi dan menuntun jalannya, tapi yang digunakan adalah logikanya, perhitungannya dan kekuatannya
Kendali dan kehidupan saudara dan saya ada di tangan Tuhan, kenapa ? karena Tuhan tidak menginginkan siapa pun di dalam kehendaknya justus menunjukkan kesombongan di hadapan Tuhan.

Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M dalam khotbahnya mengutip dari tokoh Agustinus, Bapak Gereja mengatakan Tuhan itu maha tinggi namun ia tidak pernah dapat diraih oleh orang orang yang congkak dan tinggi hati, Tuhan hanya bisa diraih oleh orang orang yang rendah hati karena Allah sudah turun ke bumi dari ketinggian.
Seringkali dari kita sering bertanya, kenapa saya selalu susah klik dengan Tuhan, mari kita koreksi diri kita masing masing masing, apakah perjalanan selama ini bertindak congkak dihadapan Tuhan sehingga kita sulit sekali dapat hadir punya relasi keintiman dengan Tuhan ? karena kecongkakan inilah justru membuat kita atau menghambat kita untuk mengenal Tuhan lebih dalam.
Kenapa? karena Allah yang tinggi sudah merendahkan dirinya ke dalam bumi, jangan sampai kita sebagai manusia meninggikannya.
Saudara saudara tanpa terang Kristus manusia melangkah menuju masa depan dengan rasa takut, dan arah yang kabur, tanpa terang kristus, tanpa kuasa Tuhan dan firman Tuhan yang menuntun, masa depan yang kita akan jalani itu adalah masa depan dengan rasa takut.
Tapi kalau kita sudah mempercayakan Tuhan ini kehidupanku, ini dunia dan anugerah dari Tuhan, Tuhan yang atur saya yang menjalaninya, yakinlah saudara saudara khawatir, takut itu justru tersingkirkan yang ada kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera.
Jadi jangan salah saudara, orang yang mengatakan saya semakin jauh dari Tuhan tetap mendapatkan berkat dari Tuhan, iya, Tuhan itu punya cinta yang luar biasa pada manusia.
Satu orang yang berdoa dan tidak berdoa tetap dikasih sinar matahari, setiap orang berhak oleh Tuhan. Kegelapan yang kita pilih maka gelaplah kehidupan kita.
Dalam perjalanan atau sebuah permasalahan yang kita hadapi tidak jarang disertai air mata, tapi air mata itu memberikan bukti betapa lemahnya manusia.
Sekuat kuatnya manusia tidak ada yang sanggup ketika Tuhan memperkenankan untuk mengizinkan sebuah pergumulan itu terjadi tanpa pertolongan Tuhan, tanpa keterlibatan Tuhan.
Dan orang orang yang mengalami keputusan asaan merasakan bahwa masa depan mereka suram, tidak ada jalan keluar, tidak ada solusi, secara logis kita berpikir akan dengan logika dengan pengalaman yang pernah alami untuk pecahkan masalah
Bahwa orang orang yang dekat dengan Tuhan, mengalami kondisi apapun, situasi apapun terlebih lagi di dalam titik terendah dalam hidupnya, alasan untuk mengubah itu emua menjadi sukacita.
Jadi jangan lagi memahami kegagalan itu dalam perspektif manusia, kita punya kegagalan di dalam menjalani atau menghasilkan sesatu bukan berarti Tuhan diam.
Ketika saudara mengalami keterpurukan, bergumul, mari belajar untuk hadir dan mendekatkan diri kepada Tuhan, karena itu jawaban Kristus, disitulah kita mendapatkan kedamaian.
Orang yang putus asa adalah orang orang yang tidak melihat berkat Tuhan, namun dalam Yeremia, justru Tuhan mengubah keputus asaan menjadi pengharapan.
Rasa putus asa secara kemanusiaan wajar tapi yang tidak wajar adalah ketika kita menyerah, keputusasaan bisa Tuhan ubah ketika kita kembali kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhan disitulah pengharapan bisa terjadi.
Ketika orang orang terjebak di dalam sebuah goa, apa yang ia cari? yang ia cari adalah jalan keluar, tapi bagaimana menuju jalan keluar, dia akan memperhatikan goa tersebut untuk mencari satu titik cahaya,
Ketika menemukan ada satu titik cahaya disitulah jalan keluar dari goa tersebut, kenapa ? goa yang minim oksigen ketika menemukan satu titik itu adalah sumber oksigen dan jalan keluar.
Saudara saudara ditengah kegelapan yang kita alami atau akan alami lihat setitik cahaya lewat setiap hal.
Tuhan bisa aja berbicara kepada kita melalui orang yang mengesalkan kita, oleh karena itu jangan juga doakan orang itu untuk mendapatkan tulah, kadang kadang itu terjadi.
Karena dasar manusia itu mudah mencari kesalahan orang lain namun sulit mencari kesalahan diri sendiri.
Terang sejati itu akan mengalahkan segala kegelapan, karena kegelapan tidak menguasai terang.
Gelap tidak akan bisa menguasai terang, teranglah yang menguasai gelap, jangan pernah memahami bahwa ada orang berdosa banget, saudara mengatakan apakah hidupnya akan bertobat dan segala macam.
Karena hidupnya adalah kehendak Tuhan dan kendali Tuhan dan tidak perlu khawatir, karena dalam Efesus hidupnya sudah dimeteraikan dalam Kristus dia punya masa depan yang pasti, kita saja yang memastikan diri.
Efesus mengatakan di dalam Kristus kita dipilih itu anugerah, bukan saudara atau saya yang memilih tapi Tuhan memilih, Tuhan memilih saya dan saudara ditebus dan dimateraikan.
Untuk apa ? untuk masa depan yang pasti, masa depan saudara dan saya adalah sebuah kepastian kekekalan cuma kita seringkali terhanyut dengan hal hal duniawi.
Banyak orang orang berlomba untuk menjadi orang sukses, namun firman Tuhan selalu mengatakan bahwa kesuksesan selalu menentukan kesetiaan, banyak orang sukses di dunia ini tidak setia dalam Tuhan.
Namun orang orang yang setia kepada Tuhan, Tuhan akan mempercayakan kesuksesan demi kesuksesan demiNya bukan versi manusia.
Orang yang telah dimateraikan oleh Tuhan ada bagiannya, supaya kita tidak menghakimi orang atau iri dengan orang namun mensyukuri apa yang diberikan Tuhan.
Apakah kita benar benar menanamkan cinta dalam diri anak anak kita cinta kepada Tuhan, ketika ayah sakit ada kepedulian
Jangan juga ketika ayahnya sakit dibilang lemah atau mamanya capai di bilang gitu aja capai.
Kadang kadang kita tidak menyadari bahwa yang lebih berharga adalah nilai nilai kristus di dalam keluarga jangan sampai kita merasakan bagian penting dari keluarga kita sudah tercukupkan secara ekonomi, jasmani belum tentu rohani, itu kebutuhan duniawi belum tentu kebutuhan cinta kasih.
Ketika merasa mereka bahagia belum tentu, mereka bahagia dan kita juga mengalami kebahagiaan itu ketika mereka memiliki nilai nilai kristus.
Di akhir khotbah Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M mengatakan jika dalam perjalanan mengalami keputusasaan dan tangisan, ingatlah iman yang kecil karena iman yang kecil mengajarkan masih ada Tuhan yang mengendalikan hidup saudara dan saya.
Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa badai, namun dia menjanjikan terang bagi setiap langkah, kalau Tuhan hadir menjadi terang itu berarti Tuhan menginginkan kita menjadi terang dalam kehidupan kita bukan dengan perjalanan dan proses yang mudah.
Tetapi lewat tempaan dan proses yang Tuhan mau dengan mengilustrasikan korek api kayu dan gas.
Bagaimana kita bisa akan menghidupi terang Kristus itu berarti kita harus siap melalui gesekan gesekan itu terang Tuhan terlihat dalam kehidupan kita.
Melalui perjamuan kudus di awal tahun akan mengingatkan saudara dan saya, bahwa Tuhan lah yang memulai kehidupan ini, Tuhan lah mengiringi perjalanan hidup saudara dan Tuhan juga yang akan mengakhiri segala keputusasaaan segala air mata.
Saat terang sudah mengendalikan hidup saudara, percayalah kehidupan saudara akan terus bercahaya, bukan memuliakan diri sendiri tapi memuliakan Tuhan.
Perjalanan hidup saudara dan saya juga demikian, saudara dan saya saksi namun orang yang harus muliakan adalah Kristus.
Semoga Tuhan menolong kita, semoga Tuhan mampukan kita untuk melewati tahun 2026, Tuhan menolong kita amin yang dilanjutkan dengan saat hening.
Usai khotbah dilanjutkan dengan persembahan pujian dari Paduan Suara Mazmur dan Trio Bungsu pada sore hari.

Dilanjutkan dengan seluruh jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi berdiri dengan sikap sempurna untuk melakukan janji iman rasuli yang kemudian dengan doa syafaat oleh Pdt Dr. Charliedus R Saragih, M.M.
Sesi persembahan pun berlanjut dengan mengutip dari ayat Alkitab injil Yakobus 1 ayat 17a, bersamaan dengan kantong diedarkan instrumen lagu Ku beroleh Berkat dan doa persembahan oleh majelis jemaat.
Barulah dilanjutkan dengan sakramen perjamuan kudus dimana Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M menguti perkataan Kristus pada waktu Ia diserahkan mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucapkan syukur atasnya. Ia memecah-mecahkannya dan berkata :
“Inilah Tubuh-Ku yang kuserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”.
Kemudian Kristus, yang juga mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata:
“Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku.
Perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
Kemudian para jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi melakukan doa Bapa Kami yang dilanjutkan menyanyikan Salam Damai.
Setelah itu Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M memecahkan roti seraya berkata, Roti yang dipecahkan ini adalah persekutuan dengan tubuh Kristus, ambilah.

Kemudian Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M memberika baki berisi roti kepada setiap majelis untuk diedarkan kepada jemaat dan simpatisan dengan diiringi instrumen pujian dari NKB 157 yang berjudul Di Sini Tuhan Ku MemandangMu.
Setelah semua para jemaat, simpatisan serta majelis dan Pendeta meneima roti lalu Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M mengatakan,
Ingat dan percayalah, bahwa tubuh Tuhan kita Yesus Kristus telah diserahkan bagi keselamatan dunia ! makanlah..
Setelah itu, Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M di atas nimbar dan dihadapan jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi, menunangkan air anggur ke cawan lalu mengangkat cawan seraya berkata,
Cawan minuman syukur ini adalah persekutuan dengan darah Kristus, ambilah!
Lalu Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M memberikan baki yang berisi anggur perjamuan kepada jemaat, simpatisan termasuk 21 orang jemaat dari gereja lain dengan diiringi instrumen lagu yang berjudul Di Sini Tuhan Ku MemandangMu.
Setelah semua para jemaat, simpatisan, majelis dan Pendeta menerima anggur perjamuan Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M mengatakan,
Ingat dan Percayalah, bahwa darah Tuhan kita Yesus Kristus telah dicurahkan bagi keselamatan dunia ! minumlah..
Setelah melakukan perjamuan kudus, secara berbala balasan antara lektor dan jemaat membacakan Mazmur dari pasal 103 ayat 1 hingga 5.
Sambil diiringi instrumen lagi dari NKB 157, Disini Tuhan Ku MemandangMu, para majelis jemaat mengumpulkan sloki dari anggur perjamuan yang berada di tangan para jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi.
Selanjutnya para jemaat dan simpatisan menyanyikan pujian Bersama Menghadirkan Harapan dengan posisi berdiri.




Setelah itu Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M melakukan pengutusan dan berkat kepada jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi.
Kasih setia Allah Bapa, menuntun setiap langkahmu. Anugerah Tuhan Yesus Kristus, Sang Terang menghadirkan pengharapan dalam kehidupanmu. Penyertaan Roh Kudus memampukanmu untuk memancarkan cahaya-Nya di manapun engkau berada.
Yang disambut dengan nyanyian Refrain Amin oleh jemaat dan simpatisan, setelah itu menyanyikan lagu tema pelayanan Tuhan, Tolonglah Bangunkan Iman seraya Pendeta dan majelis meninggalkan nimbar dan keluar dari ruang ibadah.
Dengan lagu Tuhan, Tolonglah Bangunkan Iman berakhir pula ibadah Minggu Ephifani dengan perjamuan kudus yang dilanjutkan dengan jemaat mengambil waktu untuk saat teduh sejenak dan para jemaat serta simpatisan beranjak meninggalkan gereja sembari bersalaman dengan pendeta, majelis jemaat dan petugas yang bertugas ke kediaman masing masing. ***
Leave a Reply