Kebersamaan dan Kreativitas dalam Kegiatan Bulan Keluarga Minggu Kedua GKI Camar

Kebersamaan dan Kreativitas dalam Kegiatan Bulan Keluarga Minggu Kedua GKI Camar

Kebersamaan dan Kreativitas dalam Kegiatan Bulan Keluarga Minggu Kedua GKI Camar 2560 1449 Marcella Liem

Kegiatan Bulan Keluarga memasuki minggu kedua yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan diawali dengan Pagi Puji dan Doa pada pukul 07.30 WIB, dengan MC serta pemusik dari Keluarga Waileruny dan pembawa firman Pdt. Charliedus R. Saragih yang membawakan tema “Rencana Keluarga vs Rencana Tuhan” (Amsal 19:20).

Pagi Puji dan Doa diawali dengan lagu pembukaan “Semuanya Melayani Tuhan” yang dipimpin oleh Ibu Degxy Hartog berduet dengan putri sulungnya, lalu dibuka dengan doa oleh Pnt. Susanawati Junus. Acara dilanjutkan dengan puji-pujian yang diselingi doa dari perwakilan anak, orang tua, dan kakek-nenek. Selain itu, terdapat Persembahan Pujian dari Keluarga Waileruny sebelum renungan firman Tuhan disampaikan. Renungan Pagi Puji dan Doa memberi pesan bahwa rancangan Tuhan seringkali tidak berjalan sesuai dengan keinginan keluarga, namun akan indah pada waktunya. Renungan singkat tersebut kemudian ditutup dengan persembahan pujian dari PS Wilayah 2, lagu penutup, dan doa penutup.

Pdt. Charliedus R. Saragih sedang membawakan renungan

Pdt. Charliedus R. Saragih sedang membawakan renungan

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan menikmati hidangan kukusan dan lomba fashion show bertema “Back to Nature”. MC pada lomba fashion show dan lomba dance adalah Ibu Ribka Yunita dan Ibu Efrida Bangun. Lomba fashion show diikuti oleh empat peserta anak-anak dari perwakilan wilayah dan independen, yaitu dua peserta dari Wilayah 1, satu peserta dari Wilayah 2, dan satu peserta independen. Namun, Wilayah 3 dan 4 absen dalam perlombaan ini. Bahan pakaian yang digunakan berasal dari bahan daur ulang seperti kertas, daun, ranting, dan sebagainya. Juri pada lomba fashion show adalah Pnt. Susanawati Junus dan Pnt. Roosje Saroinsong. Peserta diberikan waktu 30 menit untuk menyusun serta menata bahan-bahan yang telah disiapkan sebelum melakukan catwalk. Setiap peserta melakukan catwalk didampingi perwakilan tim yang menjelaskan konsep desain busana daur ulang yang dibuat, lalu diakhiri dengan foto bersama antara peserta dan dewan juri.

Pnt. Susan dan Pnt. Roosje sebagai dewan juri fashion show

Pnt. Susan dan Pnt. Roosje sebagai dewan juri fashion show

Acara dilanjutkan dengan lomba dance berdasarkan kategori usia. Peserta terdiri dari Komisi Anak, Remaja & Pemuda, Dewasa, dan Usinda. Ketentuannya adalah menggunakan lagu rohani dengan durasi maksimal 5 menit untuk setiap tarian. Dewan juri lomba dance adalah Ibu Entin Wullur dan Sdri. Loly Gultom. Kegiatan diawali dengan menari bersama lagu “Gemu Famire” bagi seluruh peserta dan pendukung yang dipandu oleh MC sebagai pencair suasana (ice breaking). Lomba dimulai dengan penampilan dari Komisi Anak yang membawakan tarian dengan lagu “Goodness of God”. Penampilan dilanjutkan oleh Komisi Usinda yang membawakan Tari Tor-Tor dengan lagu “Datanglah Tuhan (Melodi Sigulempong)”. Komisi Remaja dan Pemuda kemudian membawa nostalgia Sekolah Minggu melalui lagu “Ku Daki-Daki Gunung yang Tinggi”, dan acara diakhiri dengan penampilan Komisi Dewasa yang membawakan lagu remix “Yesus Kekasih Jiwaku” versi Filosofi Teduh. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan menikmati soto ayam di RPP.

Kegiatan berlangsung dengan penuh sukacita serta mempererat kebersamaan antar anggota keluarga dalam mendukung rekan-rekan yang menjadi peserta lomba.

Foto Bersama Peserta, Juri, dan Panitia

Foto Bersama Peserta, Juri, dan Panitia

Share
Tentang Penulis

Marcella Liem

GKI Camar author and contributor who is passionate about sharing Christian reflections on family life, relationships, and faith

Leave a Reply

Back to top