Video Renungan Awal Minggu
“Monday Motivation”
Kita mungkin sepakat bahwa dunia semakin tidak baik-baik saja. Memasuki tahun 2025, hampir setiap hari kita disuguhi berita yang mengejutkan, melelahkan, bahkan membuat hati ciut. Situasi ekonomi yang sulit, persaingan yang tidak sehat, serta nilai-nilai yang semakin kabur menjadi realitas yang harus kita hadapi bersama.
Di tengah kondisi seperti itu, ada kisah seorang pemuda bernama Niko. Ia adalah salah satu anak muda yang berjuang mencari pekerjaan di tengah puluhan ribu pencari kerja lainnya. Terlahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, Niko menempuh pendidikan dengan mengandalkan beasiswa. Perjuangannya tidak berhenti di bangku sekolah. Ketika memasuki dunia kerja, ia kembali berhadapan dengan kenyataan pahit.
Banyak lamaran kerja telah ia kirimkan ke berbagai perusahaan dan kantor, namun penolakan demi penolakan terus ia terima. Alasan yang sering muncul terdengar familiar: tidak punya orang dalam, tidak memiliki uang pelicin, dan tidak mau bermain curang. Di tengah semua keterbatasan itu, Niko memilih satu hal yang tidak mau ia lepaskan—imannya kepada Tuhan. Ia boleh miskin secara ekonomi, tetapi ia tidak mau miskin dalam iman.
Kisah Niko sesungguhnya mencerminkan pergumulan banyak dari kita. Saat terdesak, saat kesulitan, dan saat hidup terasa buntu, dunia menawarkan jalan pintas yang tampak mudah dan instan. Namun sering kali, jalan-jalan itu mengorbankan nilai rohani dan integritas. Dunia yang sedang tidak baik-baik saja ini ibarat air yang semakin keruh dan beracun. Pertanyaannya, apakah kita memilih untuk ikut tenggelam dan meminumnya, atau justru masuk ke dalamnya untuk membawa pemurnian?
Firman Tuhan dalam Yohanes 1:5 menegaskan, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” Dunia boleh gelap, rusak, dan tercemar, tetapi terang Kristus tidak pernah dapat dipadamkan. Kita dipanggil menjadi lilin-lilin kecil yang memancarkan terang itu melalui perbuatan, perkataan, bahkan melalui pikiran dan sikap hidup kita.
Menjadi terang tidak selalu berarti melakukan hal besar. Kesetiaan untuk tetap jujur, berpegang pada iman, dan menolak jalan yang curang sudah merupakan kesaksian yang nyata. Tidak perlu takut jika dunia membenci terang, sebab terang Tuhan selalu lebih kuat daripada kegelapan mana pun.
Kiranya kita terus dikuatkan untuk berjuang menjadi terang di tengah dunia yang gelap. Walau cahaya kita terasa kecil, terang Kristus yang kita bawa dapat menjadi berkat dan pengharapan bagi banyak orang.
Tuhan Yesus memberkati.