Masih dalam suasan Natal dan Tahun Baru membuat komisi komisi di lingkungan GKI Camar Bekasi membuat acara yang terjadi dengan suasana ini, salah satunya Komisi Usia Lanjut Indah atau dikenal dengan Usinda.
Iya para oma dan opa ini yang tergabung dalam Komisi Usinda ini berkumpul di ruang ibadah utama GKI Camar Bekasi untuk mengikuti ibadah perayaan Natal 2025 yang berlangsung pada Sabtu 10 Januari 2026 mulai pukul 16.00
Tema yang dipilih para oma dan opa dalam perayaan Natal 2025 Usinda ini adalah Menantikan Penggenapan JanjiNya dengan pelayan firman Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M
Dibuka dengan para oma dan opa menyanyikan lagu Hari Mari Berhimpun dengan sikap berdiri yang dilanjutkan dengan Panggilan beribadah secara berbalas balasan antara presenter dengan para oma dan opa


Kemudian ibadah dibuka oleh doa pembukaan yang dilanjutkan para oma dan opa menyanyikan pujian berjudul Hai Dunia, Gembiralah..
Persembahan pujian dari Angklung Usinda Immanuel yang dilanjutkan dengan menyanyikan pujian yang berjudul Bagi Tuhan tak ada yang mustahil.
Dan masuk dalam firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M dengan terambil dari kitab Yesaya 11 ayat 1 sampai 10.
Dalam khotbahnya Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M mengatakan bahwa apa yang Tuhan wujudkan pun menjadi sebuah pergumulan bagi umat Tuhan pada saat itu, orang yang sudah berjanji pasti harus ditepati.
Teringat akan kisah nyata di desa kecil Korea Selatan ada seorang nenek bernama Kim Sung Ja, sejak tinggal ia percaya akan Tuhan dalam hidup sederhananya ia menyimpan satu doa yang tidak pernah berubah selama 50 tahun.


Beda dengan kita dalam satu minggu kita berdoa dengan yang sama namun selanjutnya ditinggal karena ndak ada jawaban.
Apa yang menjadi doanya ? agar seluruh keluarganya mengenail Kristus dan hidup dalam damai dan itu yang terus diungkapkannya dalam doa setiap hari.
Suaminya meninggal lebih dulu, anak anaknya merantau dan meninggalkan gereja dan banyak orang yang mengatakan kepada sang nenek, nenek sudah tua kenapa masih berharap !
Namun setiap Natal nenek Kim Sung Ja menyalakan lilin kecil di kamar sambil berkata Tuhan Yesus tidak pernah lupa janjinya.
Dalam usia tahun 87 kesehatannya menurun dan dirawat dirumah dan tidak bisa jalan, dimasa itulah satu persatu anak dan cucunya pulang untuk merawat sang nenek dari perantauan.
Mereka melihat iman dari nenek dan ibu yang mereka kasihi adalah iman yang tenang dan damai, kata katanya penuh dengan kedamaian dan kebiasaan berdoa tetap terjadi terlihat mesti dengan suara lirih.
Sebelum dirinya meninggal, seluruh keluarganya berkumpul dan itulah pertama kalinya berdoa dan membaca Alkitab bersama, dan sang cucu berkata iman nenek ini kamilah yang membuat kami pulang bukan pulang ke rumah tapi pulang pada Tuhan.
Seperti tunas dari tumbuhan penggenapan janji Tuhan sering muncul di masa masa paling akhir, penantian Tuhan itu tidak pernah sia sia bahkan sampai usia senja.
Disinilah kita belajar bahwa usia senja, lanjut usia, usia yang indah bukan bagian yang tidak menyenangkan namun itulah masa masa yang menyenangkan karena disitulah saat dimana bisa tenang dan damai berbicara dengan Tuhan.
kita bertemu dan berjumpa dengan Tuhan ngobrol dengan momen tanpa terburu buru oleh hal hal yang ada dalam hidup kita.
Tuhan dengan sengaja membuat masa Usinda ini adalah masa yang spesial, jadi jangan pernah mengatakan saya tidak berguna lagi, tidak diperlukan karena disinilah kesetiaan itu akan terlihat.
Pertama, bicara janji Tuhan, janji Tuhan tidak pernah terlambat sekalipun penantian panjang, opa dan oma kalau bersaksi tidak pernah ada kata stop.
Itulah yang spesial melihat keistimewaan masa usia yang indah, itulah kembali mengenang perjalanan bersama dengan Tuhan, dulu saya tidak pernah sanggup ternyata Tuhan masih beri saya kesanggupan berjalan.
Artinya segala keterbasan yang dialami para usinda ini dapat pengharapan. Banyak orang bukan merayakan Natal tapi mereka ada di dalam perayaan Natal tapi mereka tidak ada merayakan Natal.
Kalau mereka merayakan Natal berarti ada sesuatu yang diperbuat itulah inti di dalam Natal, merayakan Natal adalah sesuatu yang harus kita kerjakan seperti para gembala.
Jadi janji Tuhan tidak pernah terlambat sekalipun penantiannya panjang, dan Yesaya menubuatkan tentang tunas yang tumbuh dalam tunggul Isai tanda bahwa Allah bekerja segala sesuatu yang nampaknya telah habis.
Tampaknya dimana setiap orang orang meragukan Tuhan, disinilah Tuhan menyatakan janjiNya.
Dimana setiap orang orang hampir menyerah, disinilah Tuhan menyatakan janjiNya.
Oma dan Opa bagi kita Usinda bahwa Natal mengingatkan bahwa hidup yang panjang bukan tanda penantian melainkan bukti bahwa Tuhan setia menuntaskan janjinya bahkan di usia yang indah. Apa yang Tuhan janjikan ia akan genapi dalam waktunya
Kedua, masa usia lanjut Tuhan tetap menumbuhkan baru.
Tunggul Isai ini melambangkan apa kehidupan yang dinantikan namun Tuhan menghadirkan tunas yang baru.
Pada waktu itu umat sudah hopeless dan berharap kematian, tetapi justru disitulah diingatkan bahwa kehadiran sang Messias itulah yang memberikan sebuah harapan baru bahwa semuanya masa masa dari nenek moyang mereka tidak ada ada sia sia.
Karena Tuhan menunjukkan dan hadir pada waktu yang tepat, bagi kita karena Usinda, Natal bagi kita bukan mengenal masa lalu, tetapi percaya bahwa Tuhan masih menemukan arti kedamaian dan suka Cita.
Usia boleh bertambah, tapi pengharapan di dalam Tuhan tidak pernah abis karena selalu baru tiap hari.
Ketiga, Damai Sejahtera Tuhan menjadi warisan terindah bagi tunas
Jangan katakan mereka tidak dengar, biarin saja karena iman kita tetap kuat untuk tetap meminta Tuhan bekerja memulihkannya.
Karena manusia tidak bisa memaksakan orang bertobat namun Tuhan bisa bertindak dengan caranya sehingga orang itu akhirnya bertobat.
Bagi kita para usinda menjadi pembawa damai dan menjadi saksi, meninggalkan warisan keteladanan dan pengarapan bagi anak cucu, jangan berhenti berdoa sekalipun keluarga pun melihat kita berdoa.
Natal mengingatkan bahwa hidup yang setia adalah kesaksian oleh karena itu mulai dari dari sesama kita, keluarga kita.
Nantikan penggenapan janji Tuhan bukan soal seberapa lama menunggu tapi seberapa lama kita percaya bahwa Tuhan akan menggenapi itu semua hingga kita didatangi oleh Tuhan.
Itulah yang boleh kita rayakan Natal dalam kesederhanaan ini mari kita rayakan dengan sebuah tindakan nyata bukan hanya ada di dalam perayaan tapi tidak merayakan Natal.
Selamat Natal Opa dan Oma teruslah jadi saksi kristus pelajaran iman bagi generasi generasi selanjutnya dengan dunia yang luar biasa mempengaruhi mereka.
Kalau bukan kita sebagai pendoa bagi mereka, kalau bukan kita bagi teladan bagi mereka, kita pastikan bagaimana generasi selanjutnya.
Selamat merayakan Natal di dalam suka cita Tuhan dan selamat menantikan penggenapan dari Tuhan, Amin…
Usai khotbah dan saat hening sejenak, para oma dan opa Usinda dikuatkan dengan pujian dari Paduan Suara Deborah yang dilanjutkan dengan persembahan.


Selama kantong persembahan diedarkan, para oma dan opa Usinda menyanyikan lagu berjudul Kandang Domba Itu Rumahnya yang kemudian ditutup dengan doa persembahan.
Kemudian prosesi penyalaan lilin disertai Angklung Immanuel melantuntkan lagu Malam Kudus yang disambut oleh para oma dan opa
Selanjutnya Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M melakukan doa syafaat dengan beberapa pokok doa
Usai doa syafaat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu penutup Hai, Siarkan di Gunung dengan sikap berdiri.








Dan ditutup dengan doa berkat oleh Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M yang dilanjutkan dengan menyanyikan Kami Memuji KebesaranMu.
Dan ibadah pun berakhir yang dilanjutkan dengan ramah tamah dimana Ketua Komisi Usinda ibu Martha Pardosi menyampaikan sambutan dan ucapan Natal bersama dengan pengurus.
Usai kata sambutan dilanjutkan dengan photo bersama dan kegiatan ramah tamah sebelum beranjak pulang ke kediaman masing masing.. ***
Leave a Reply