Tahun 2025 yang tinggal hitungan jam ini membuat kita sedikit merenung dan merefleksikan sejenak akan perjalanan yang sudah kita jalani selama satu tahun ke belakang.
Dalam merenungi dan merefleksikan tentang perjalanan 2025, GKI Camar Bekasi menggelar ibadah tutup tahun 2025 yang digelar pada Rabu 31 Desember 2025 pukul 18.00
Ibadah tutup tahun 2025 ini digelar GKI Camar Bekasi di ruang ibadah utama dengan pelayanan firman Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M
Adapun tema dari ibadah tutup tahun 2025 ini adalah Menilai Hidup dengan Nikmat.
Acara pun dimulai dengan prosesi masuk pendeta, majelis serta lektor dan pendaras yang bertugas

Paduan Suara Mazmur memberikan persembahan pujian sebelum masuknya khotbah dengan lagu yang berjudul Blessed Assurance.
Sebelum khotbah jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi membuka Alkitab dengan ayat kitab dari 1 Raja Raja 3 ayat 5 hingga 11 dan Yohanes 8 ayat 12 hingga 19.
Dalam khotbahnya Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M mengatakan hari ini kita bersama sama mau mengucap syukur untuk perjalanan 2025 yang penuh dengan banyak cerita, karir pekerjaan yang meningkat.
Ada cerita akhirnya ada mantu, ada cucu, akhirnya pindah rumah namun ada cerita dibalik itu semua, ada cerita ada anggota keluarga kita yang sampai hari ini kita belum bisa menerima.
Perekonomian yang tidak stabil atau hubungan yang kurang harmonis entah itu suami – istri atau orang tua dan anak, yang dulu anak anaknya masih dengar orang tua namun sekarang melawan namun cerita yang kita tidak bisa hapus dari tahun 2025, cerita yang mengisi tentang air mata dan tawa kita.
Cerita yang mungkin kita akan bertanya pada diri kita 2025 lebih banyak bahagia atau sedihnya.
2025 dengan setiap harapan di awal Januari 2025 namun di ujung begitu banyak doa doa yang belum terjawab

Pada hari ini kita bersama sama untuk melihat segala sesuatunya bukan dari kacamata manusian melainkan kacamata Tuhan.
Apa yang mau disampaikan dalam hikmat apakah ada persoalan antara Tuhan dan manusia dalam hikmat ?
Saudara saudara berdamai dengan tahun yang berakhir bukan berarti menyerah, namun menerima Tuhan bekerja pada hal hal yang belum dikerjakan.
Kita berharap pada hari ini, kita tidak terjebak dalam perayaan akhir tahun dan tahun baru namun apa kita bisa mensyukurinya.
Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M mengatakan sebagai anak muda banyak punya mimpi yang besar namun seringkali tidak dibarengi dengan effort, usaha yang seimbang.
Makanya orangtua banyak bilang siapakan dulu mentalmu baru bermimpi karena para babyboomers pasti akan teringang ngingat akan mereka dibentuk dulu mental mereka dengan kehidupan yang tidak menyenangkan baru lah mereka mengejar mimpi mimpi.
Berbeda dengan para anak sekarang ketemua masalah jedotin kepala di tembok, atau tidak heran berduka berminggu minggu di kamar tidak menerima dan berdamai dengan keadaan.
Justru kita belajar dari seorang Salomo dimana Tuhan hendak memberi kepada mereka untuk meminta namun yang terjadi, Salom tidak meminta harta bahkan umur panjang kepada Tuhan.
Kadang kita berdoa dan di setiap acara ulang tahun dimana kita minta panjang umur panjang umur namun buat apa umur panjang namun kerjaannya menyakiti orang, menghakimi orang kan tidak ada gunanya, bagi pihak sorgawi mungkin dipercepat listnya di depan. Artinya apa yang diminta Salomo ternyata hati yang paham menimbang perkara
Hikmat tidak terpaku pada satu sisi pandang, karena orang orang yang berhikmat akan melihat dari berbagai sisi panjang untuk menguji dan menganalisa bukan untuk menganalisa.
Artinya kehidupan kita akan selalu diisi dengan sesuatu yang mungkin menurut kita A namun tapi belum tentu arti dan makna A.
Itulah yang diminta Salomo meminta hikmat dari Tuhan, bukan meminta diisi dengan segala kepandaian, karena banyak orang pintar tidak berhikmat, banyak orang punya jabatan tinggi tidak berhikmat.
Kita bisa belajar hikmat adalah kemampuan hidup dengan sudut pandang Tuhan bukan sekedar perasaan atau kepentingan pribadi.
Tuhan hadirkan air mata bukan berarti Tuhan menghukum anda, Tuhan bisa memakai kondisi kita punya air mata dengan hari demi hari yang kita lalui namun Tuhan tengah membentuk kita mau mengajarkan kita untuk melihat Tuhan karena terlalu asik dengan keandalanmu.
Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M. mengilustrasikan peristiwa Menara Babel yang sangat mudah dihancurkan dengan mudah oleh Tuhan yang kadang kadang kita seperti itu.
Dimana orang lain sudah hidupnya berantakan dan tidak dekat dengan Tuhan namun melejit, jangan menutup skenario kehidupan itu karena sang sutradara adalah Tuhan.
Oleh karena itu Salomo mengajak kita untuk menyadari betapa hikmat itu dibutuhkan, sebagai orang tua butuh hikmat bukan hanya kekerasan namun cinta kasih dan pengampunan dalam mendidik anak.
Kita punya jabatan yang dipercayakan oleh Tuhan jangan jadi otoritas namun tidak ada sisi kemanusian di dalam diri kita.
Sejauh mana hikmat akan menuntun anda memahami apa arti kesuksesan dan kebahagiaan yang diterima dari Tuhan apakah untuk diri sendiri atau dititipkan untuk berbagi ?
Mungkin air mata saya bisa dihitung sepanjang 2025, tetapi kenapa di sekitar saya banyak yang berlinang air mata, Tuhan bermaksud untuk kita dipakai untuk menguatkan mereka jangan merasa hidup kita baik baik saja. Jadi, mari telaah itu dengan hikmat yang diberikan Tuhan.
Terang bukan hanya untuk dilihat untuk menuntun langkah, dimana sepanjang Natal menyalakan lilin memberikan sebuah pemahaman dunia gelap dan terang sejati datang.
Dan ditegaskan ketika mengakhiri 2025 bahwa terang itu bukan untuk dilihat namun menerangi diri kita yang gelap.
Tanpa sadari kita merasakan apa yang kita lakukan baik baik dan benar benar yang seringkali jatuh dalam konsep pembenaran.
Keputusan yang salah yang diambil dihadapan Tuhan mungkin di hadapan manusia benar, apakah setiap keputusan yang anda ambil sodara melibatkan Tuhan, terang itulah yang menuntun apakah dalam pekerjaan atau keluarga.
Kita bisa tersenyum kepada orang dengan Shaloom namun dalam hati sangat membenci orang yang menjadi bayang bayang kristen namun hatinya tidak diterangi Tuhan justru oleh kedagingan.
Nampak dekat sekali dengan tuhan di mata orang terdekat kita sangat role model atau kaka rohani namun ikatan bukan dengan sang terang namun dengan dosa.

Ikatan kita bukan hal sorgawi namun kepada hal hal duniawi, tanpa terang kristus terasa benar yang gelap dianggap biasa biasa saja ada yang menganggap dosa berjamaah.
Di sinilah kita hidup tidak dalam terang, hikmat sejati lahir saat hidup dalam jalan terang.
Yang pertama menjadi panggilan kita, hikmat menentukan arah bukan sekedar kecepatan fenomema hari ini keluarga banyak yang sibuk sampai akhirnya tidak ada waktu untuk berbicara.
Anak dekat ponsel namun jauh dari orang tua, orang tua lelah namun tidak hadir dan kepedulian serta cinta kasih, berarti hikmat bertanya apakah keluarga ini semakin dekat atau menjauh.
Yang kedua, hikmat mengajar kita belajar memilih yang penting bukan sekedar mendesak, contohnya lebih cepat marah daripada mendengarkan.
Kita bisa lihat bagaimana istri yang ndak mau direspon sama suaminya yang penting diam dan dengarin saja setelah itu istrinya lega.
Daripada suaminya raja parhata atau presenters dimana ketika istrinya berbicara satu kalimat namun dibalas bertubi tubi.
Ada tipikal itu, lebih baik dengarkan dulu karena lebih baik cara kita merespon kita tidak mengambil kesimpulan yang cepat tapi kita bisa melihat apa yang terjadi.
lebih sering mengoreksi daripada mendoakan, kadang kadang kita lupa mendoakan dan menomorsatukan koreksi karena ada kekuatan besar dari Tuhan untuk merubah.
Ketiga, lebih rajin kerja daripada membangun relasi demi impian karena yang berharga adalah sebuah relasi, relasi yang terpelihara dengan baik bukan waktu untuk menyalahkan keadaan tapi belajar merendahkan hati untuk berdamai dengan situasi untuk mampu bisa melihat ke depan untuk sesuatu yang Tuhan persiapkan selama 1 tahun ini, dan Tuhan siap mempercayakan berkatnya di tahun yang baru.
Luka di tahun ini bisa menjadi pintu hikmat bukan kepahitan apapun itu seperti anggota keluarga meninggal, atau secara relasi masih ada ego dan lainnya.
Ada banyak hal yang menantik di tahun mendatang, jangan terus menengok dan melihat ke belakang biarlah itu menjadi cerita dan kenangan, tapi apa yang kita jalani adalah pengharapan.
Pointnya adalah jangan pernah takut berubah, Tuhan siapkan masa depan bagi yang mau hidup berhikmat, kenapa kadang kita punya rasa khawatir yang lebih daripada iman percaya kita dibandingkan kita benar benar berserah penuh kepada Dia.
Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M memberikan contoh nyata kepada salah satu jemaat muda dengan disuruh menutup matanya dan disuruh menjatuhkan diri ke belakang.
Kita boleh melihat seberapa berserahnya kita untuk dalam menyambut 2026 atau sebatas kita hanya menjalaninya atau ada hal hal syukur yang kita bisa nikmati di dalam setiap perjalanan.
Tahun 2025 mari kita maknai rasa syukur, tahun 2026 sambutlah dengan penuh pengharapan.
Di akhir khotbahnya, Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M mengajak para jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi untuk menyanyikan Tuhan Selalu Menolongku.
Usai khotbah dilanjutkan para jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi menyanyikan Kekuatan serta Penghiburan.


Dilanjutkan dengan persembahan pujian dari Paduan Suara Mazmur dengan pujian berjudul The Lord Bless and Keep You
Kemudian berlanjut doa syafaat yang di sambung dengan nyanyian doa Bapa Kami oleh jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi.
Usai doa syafaat dan nyanyian doa Bapa Kami dilanjutkan dengan persembahan dengan mengambil nas dari injil Mazmur 54 ayat 8 sembari para jemaat dan simpatisan maju ke depan untuk menaruh perpuluhan ke dalam palungan, pemusik memainkan instrumen lagu Hidup Kita yang Benar.

Usai doa persembahan, Pdt Dr Charliedus R Saragih, M.M melakukan kalimat akhir dengan mengatakan tahun 2025 akan segera berakhir, tapi hikmat Tuhan menuntun tak henti, Lanjutkanlah perjalanan berani, yakinlah untuk melangkah sebab Ia menyertai
Setelah itu barulah ibadah ditutup dengan pengutusan oleh Pdt Charliedus R Saragih, dengan jemaat menyanyikan Refrain Amin.

Dan ditutup dengan menyanyikan lagu Kini Tiba Saatnya sembari Pdt, Majelis Jemaat, petugas yang bertugas meninggalkan nimbar dan para jemaat pun bergandengan tangan sebelum meninggalkan ruang ibadah utama sembari bersalam salaman seraya mengucapkan selamat menyongsong tahun baru untuk ke kediaman masing masing ***
Leave a Reply