Angklung Usinda Immanuel Tampil di Ibadah Minggu GKI Camar Bekasi

Angklung Usinda Immanuel Tampil di Ibadah Minggu GKI Camar Bekasi

Angklung Usinda Immanuel Tampil di Ibadah Minggu GKI Camar Bekasi 799 418 Rhesa Lorca

Angklung Usinda Immanuel dan Vocal Grup GKI RE Martadinata berikan kesaksian pujian dalam ibadah Minggu kedua Januari 2026.

Ibadah minggu 11 Januari 2026 yang berlangsung di ruang ibadah utama ini mengambil tema Kebenaran yang membebaskan dengan pelayan firman Pdt Dina Kharismaningtyas Budiasari dari GKI RE Martadinata, Tangerang Selatan.

Adapun ayat alkitab yang menjadi renungan bagi jemaat dan simpatisan GKI Camar terambil dari Yesaya 42 ayat 1 sampai 9, Kisah Para Rasul 10 ayat 34 hingga 43 dan Matius 3 ayat 13 hingga 17.

Dalam khotbahnya, Pdt Dina Kharismaningtyas Budiasari mengatakan bicara dengan kebenaran, masing masing orang memiliki pemahaman yang berbeba beda.

Pdt Dina Kharismaningtyas Budiasari ketika kecil ada satu yang dianggap kebenaran yang menjamur, oleh orangtuanya beritahu ketika makan tidak boleh di depan pintu ?

Ada yang bilang jodohnya jauh atau bagi anak anak gadis kalau duduk tidak boleh di atas meja atau kursi ? karena bisa bisulan, benar atau tidak ? kembali kepada persepsi orang orang.

Kalau boleh kembali diingatkan bahwa cerita cerita ini yang kita anggap kebenaran padahal benar atau tidak.

Atau sampai ada cerita yang mengatakan kalau makan itu dihabisin kalau tidak nasinya nanti nangis, hal ini menjadi darah daging bahkan hingga hari ini banyak ibu ibu yang menasehati anaknya untuk habiskan nasinya.

Saudara saudara yang terkasih inilah kebenaran yang muncul yang kemudian diyakini sebagai suatu kebenaran lalu kemudian menjadi tradisi walaupun belum tentu benar, namun ada satu kebenaran yang mutlak yang bukan tradisi bukan cerita cerita yang belum tentu benar, namun ini benar benar kebenaran mutlak.

Kita bisa merenungkan melalui Matius 3 ayat 13 sampai 17 dimana menjelaskan atau mengisahkan Yesus dibaptis Yohanes.

Apa yang muncul dalam pikiran kita dari judul ayat alkitab ini ? Yesus kan Tuhan kenapa dibaptis, Yohanes Pembaptis itu baptisan dikenal sebagai baptisan pertobatan.

Orang banyak datang dan baris untuk minta dibaptis tujuannya apa ? untuk bertobat, sebelumnya dia punya banyak dosa dan menyadari kemudian datang ke Yohanes Pembaptis untuk menyatakan diri dibaptis dan hidup dalam pertobatan.

Muncul pertanyaan kita, kalau Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, ya kita tahu Yohanes Pembaptis adalah pertobatan dan Yesus apakah berdosa ? masih kita lihat apakah Yesus Berdosa.

Sekalipun Yesus anak Allah, sekalipun Yesus ikut berbaris dalam baptisan Yohanes, tapi Yesus adalah anak Allah yang tidak memiliki dosa.

Itulah perbedaan kita dengan Yesus, walau Yesus adalah mansuia namun asalnya dikandung dari Roh Kudus yang berarti dari asalnya dirinya suci dan tidak berdosa.

Dalam ayat ke 14 dan 15 dalam injil Matius, Pdt Dina Kharismaningtyas Budiasari mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis tahu diri bahwa mestinya dia yang dibaptis serta Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis adalah kehendak Allah.

apa yang dilakukan Yesus dan Yohanes Pembaptis, apakah dibatalkan ? tidak, sekalipun Yohanes Pembaptis tahu siapa Yesus, sekalipun Yesus adalah anak Allah tidak berdosa.

Namun dalam ayat 15 di Injil Matius mengatakan Sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah, jadi yang ingat adalah kebenaran ini, yang diingat adalah menggenapkan seluruh kehendak Allah, apapun yang terjadi maka dilakukan.

Kalau bisa kita renungkan dalam ayat ini, mestinya yang perlu kita ingat apapun yang terjadi yang sudah menjadi kebenaran dan kehendak Allah harus dikerjakan dan ini yang dikerjakan Yohanes Pembaptis.

Bahwa ia diingatkan Yesus harus dilakukan sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah dan yang dilakukan Yohanes Pembaptis dengan membaptis Yesus.

Dan Yesus pun tidak dengan kuasanya untuk mengakal akali atau dengan kuasanya untuk menunjukkan siapa dirinya, Yesus tidak seperti itu bahkan Yesus mengantri dengan kerendahan hati mau untuk dibaptis

Dan apa yang terjadi usai Yesus dibaptis ? maka semua kebenaran tersingkap dalam ayat 16 dan 17, sesuai di baptis Yesus segara keluar dari air, langit terbuka dan Dia lihat roh Allah turun seperti burung merpati hinggap di atasNya.

Dan pada ayat 17 mengatakan, terdengarlah suara dari sorga mengatakan Inilah anakku yang terkasih, kepadanya lah aku berkenan.

Ini adalah satu kebenaran bahwa dialah anak Allah yang mau menanggalkan segala keangkuhan dan mau dibaptis oleh Yohanes Pembaptis semata mata dilakukan untuk menggenapi kehendak Allah.

Dari sini kita belajar Yesus saja walau anak Allah tapi mau melakukan kehendak Allah walau menanggalkan identitas dan keangkuhan.

Begitu juga Yohanes Pembaptis pun demikian bisa saja dengan memilih menolak dan pergi meninggalkan, namun dia ingat bahwa dia mau melakukan sebagai wujud ketaatannya kepada Tuhan.

Inilah suatu kebenaran yang mutlak bahwa dialah Yesus anak Allah yang taat dan semua yang Ia lakukan itu menggenapkan seluruh kehendak Allah, ini kebenaran yang perlu kita ingat.

Yesus aja taat, bahkan ketika Yesus pun disalibkan bisa saja memilih tidak atau ketika menderita di kayu salib namun apa yang terjadi semua yang dilakukannya dari awal kedatangan hingga akhir hidupnya semata mata untuk melakukan kehendak Allah.

Kalau kita merenungkan dalam kehidupan kita, apakah kita sudah begitu belum ? kadang kadang

Seperti Kasihilah musuh mu, mengasihi ndak ? doakan musuh ? didoain sih tapi yang jelek jelek.

Padahal yang diminta Tuhan apa mendoakan yang baik baik, Yesus kan tidak pernah mendoakan yang jelek sekalipun mendoakan yang menyakiti kita tetap mendoakan.

Poin yang bisa kita renungkan menurut Pdt Dina Kharismaningtyas Budiasari inilah suatu kebenaran bahwa Yesus mau dibaptis oleh Yohanes Pembaptis karena semata mata mau melakukan kehendak Allah begitu juga dengan Yohanes Pembaptis.

Dalam bacaan pertama dari ayat Yesaya dengan perikop Nyanyian Hamba Tuhan, dalam bacaan ini konsep Hamba Tuhan ini nyambung dengan injil sebelumnya.

Karena dalam Yesaya sebagai gambaran dalam injil Matius 3 ayat 13 sampai 17 dimana Hamba yang lemah lembut, dialah Hamba yang hadir membebaskan kita dari dosa, umat dalam konteks Yesaya mengharapkan Messias hadir membebaskan mereka dari ketindasan bangsa Romawi

Ini gambaran yang seperti ini menjadi suatu kebenaran yang dibawa ke bacaan injil menjadi gambaran nyata, membebaskan bukan cara megah, bak pahlawan tapi Yesus sebagai messias tidak membawa senjata dan merelakan tubuhnya.

Dalam perjamuan yang sudah dilakukan oleh jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi Pdt Dina Kharismaningtyas Budiasari apakah makna dari perjamuan Kristus.

Yaitu pengorbanan kristus melalui roti dan anggur mengingatkan akan tubuh dan darah kudus, ini bukan sebagai ritual biasa.

Kita diingatkan melalui roti, tubuh Tuhan kita diserahkan bukan karena satu paksaan, tapi Yesus sendiri yang menyerahkan.

Kemudian darah disimbolkan anggur yang kita minum sebagai darah yang dicurahkan dan Yesus sendiri yang menyerahkan.

Kenapa ? karena kasihNya kemudian kebenaran yang harus digenapi karena kehendak Allah yang harus diikuti

Pdt Dina Kharismaningtyas Budiasari juga mengatakan bahwa gambaran messias jaman kala itu adalah pahlawan yang digaungkan dengan mewah, alat alat perang, namun Yesus hadir dalam kesederhanaan.

Seperti dalam perayaan, seperti Natal dengan konsep kesederhanaan karena Yesus lahir dalam kesederhanaan, ingatkan kita bahwa dialah messias yang hadir dalam kesederhanaan, tapi rela menderita buat kita, rela buat kita dengan memberikan tubuh dan darahNya buat kita dan ini suatu kebenaran yang mengingatkan kita bahwa Dia hadir untuk membebaskan kita tanpa terkecuali.

Kunci dari itu semua adalah taat, kalau taat pasti selamat, mengenai tema  kebenaran yang membebaskan ini menjadi tema yang mengingatkan kita bahwa satu satu kebenaran mutlak adalah berasal Yesus Kristus..

Dimana Ia menderita, Ia rela berikan tubuh dan darah sekalipun Ia mau dibaptis Yesus Pembaptis karena Ia yang pribadi yang taat pada kehendak Allah.

Yang bisa kita renungkan dari semua ini adalah mari kita belajar dan meneladani sikap Yesus dimana walaupun ada pilihan yang bisa Yesus tolak atau tidak taat, namun yang diambil Yesus adalah dia taat pada kehendak Allah.

Ini yang diingatkan kita dari Kisah Para Rasul mengenai Petrus dan Kornelius, Kornelius adalah perwira bukan dari Yahudi dan diminta dibaptis.

Apakah Petrus menolak ? awalnya menolak karena bukan dari kalangan Yahudi namun akhir dari kisah ini, mereka menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus.

Artinya ujungnya mau mengatakan bahwa Petrus juga melakukan atas kehendak Tuhan.

Pdt Dina Kharismaningtyas Budiasari juga mengatakan bahwa satu satunya kebenaran dari Tuhan jadi jangan berpijak pada kebenaran pada pemikirian diri sendiri tapi berpijaknya pada kebenaran Kristus.

Namun ada hal yang harus kita lakukan adalah taat dengan mengingatkan dengan menyanyikan lagu Siapa yang berpegang..

Kalau melihat dari liriknya, artinya kita tahu sekarang bahwa kebenaran yang mutlak itu adalah kebenaran dari Tuhan.

Kemudian siapa yang berpegang pada sabda Tuhan dan setia mematuhiNya bahwa hidupmu dalam mulia lalu bersekutu Yesus sungguh bahagia, maka hidup kita akan bahagia.

Cukup simple namun susah dilakukan, tapi bukan berarti di titik susah melakukan namun dalam sepanjang kehidupan kita ini panggilan dari Tuhan mari datang kepada Tuhan dialah sang kebenaran yang membebaskan dan menyelamatkan kita.

Dan iya juga mengundang kita percaya dan hidup dalam sabdaNya, setia dan taat dalam sabdanya maka hidup kita bahagia, tapi bukan bahagia yang kebutuhan kita terpenuhi.

Dalam bukunya Pdt Eka Darmaputra bahwa kebahagiaan sorgawi itu adalah saat kita sungguh sungguh hidup dalam Tuhan, itulah bahagia sesungguhnya.

Walaupun kita sakit, sekalipun dalam pergumulan atau alami tahun tahun yang berat, namun saat kita hidup berpegang dan percaya pada kebenaran Kristus maka hidup kita tetap bahagia didalam Tuhan

Selamat mengikuti pegang dan percaya sabdanya serta taat di dalam kebenaran Kristus, percayalah kita pasti bahagia, amin… !

Usai khotbah dan saat hening, ibadah dilanjutkan dengan kesaksian pujian dari Angklung Usinda Immanuel pada sesi pagi dan Vocal Grup GKI RE Martadinata di sore hari.

Kemudian dilanjutkan dengan pengakuan iman percaya, doa syafaat dan persembahan dimana jemaat dan simptisan memberikan perpuluhan sembari kantong beredar para jemaat menyanyikan pujian Hidup Kita yang Benar.

Usai doa persembahan dilanjutkan dengan doksologi dengan dinyanyikan dan masuk dalam pengutusan dengan menyanyikan pujian Ikut Dikau Saja, Tuhan.

Usai menyanyikan Ikut Dikau Saja, Tuhan barulah Pdt Dina Kharismaningtyas Budiasari memberikan berkat kepada Jemaat dan simpatisan GKI Camar Bekasi yang dilanjutkan dengan menyanyikan pujian Haleluya.

Usai menyanyikan lagu Haleluya dan Tuhan, Tolonglah bangunkan Iman, pendeta dan liturgos turun dari nimbar untuk keluar dari ruangan sementara para jemaat dan simpatisan melakukan saat hening sejenak.

Setelah usai melakukan saat hening, satu persatu jemaat dan simpati beranjak dari bangkunya untuk meninggalkan gereja menuju ke kediaman masing masing usai memberikan salam Selamat Hari Minggu kepada Pendeta, Liturgos dan majelis serta petugas yang bertugas melayani saat itu. ***

Leave a Reply

Back to top