Arti Ritardando sering kali ditemui dalam lagu-lagu himne gerejawi, tetapi belum tentu dipahami dengan baik oleh setiap jemaat yang menyanyikannya. Padahal, pemahaman terhadap istilah musik seperti ritardando sangat membantu kita menyanyikan lagu himne dengan lebih tepat, penuh penghayatan, dan selaras dengan maksud pencipta lagu. Melalui artikel ini, kita akan mengenal arti ritardando dan perannya dalam musik himne Kristen.
Dalam menyanyikan lagu-lagu himne seperti yang ada di dalam buku lagu Kidung Jemaat, Nyanyikanlah Kidung Baru, dan Pelengkap Kidung Jemaat, ada baiknya kalau kita juga memahami bagaimana cara membaca partitur/notasi dari lagu-lagu tersebut agar kita dapat menyanyikannya dengan benar.
Namun, ada beberapa unsur dalam sebuah lagu yang mungkin terasa asing jika kita tidak mempelajari musik secara lebih mendalam, sehingga cenderung diabaikan pada saat menyanyikannya.
Padahal, unsur-unsur tersebut juga merupakan bagian dari keseluruhan lagu tersebut yang tidak dapat dipisahkan.
Arti Ritardando dalam Musik
Salah satu istilah yang akan dibahas pada artikel ini adalah ritardando atau sering disingkat menjadi rit.
Ritardando adalah: sebuah aba-aba dalam musik yang mengindikasikan tempo lagu yang berangsur-angsur pelan. Panjang dari ritardando dapat ditentukan dari garis putus-putus horizontal, dan kembali ke tempo sebelumnya dengan aba-aba a tempo atau tempo primo.
Contoh Penggunaan Ritardando dalam Lagu Himne
Contoh dari lagu yang memakai ini adalah KJ 439 – Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu, di bagian refrein.

contoh penggunaan ritardando dalam notasi lagu himne Kristen
Perhatikan potongan lagu di atas di kedua bagian berikut:
- Ritardando muncul pada kalimat “Mari hitunglah”. Ini berarti pada kalimat ini, tempo lagu akan berangsur-angsur melambat.
- A tempo muncul di kalimat setelahnya, “Kau niscaya kagum oleh kasih-Nya”. Ini berarti mulai dari kalimat ini, tempo lagu kembali seperti semula sebelum diberi ritardando.
Penggunaan Ritardando dapat bermakna macam-macam, salah satunya bisa berarti penegasan akan lirik yang diberi aba-aba tersebut.
Dalam konteks lagu ini, ditegaskan di kalimat “mari hitunglah” agar yang menyanyikan dapat menghayatinya dan menghitung berkat Tuhan yang sudah dilimpahkan kepadanya daripada merundung dalam “Topan keras”, putus asa, dan letih lesu.
Semoga dengan penjelasan ini, pembaca dapat lebih mengenal istilah dalam lagu dan menyanyikan lagu himne dengan lebih baik lagi demi kemuliaan Tuhan.
Sumber: Buletin Tabernakel dengan judul Mengenal Istilah Musik – Ritardando (rit.)
Follow: Our Instagram GKI Camar Music
Leave a Reply